Tuesday, April 03, 2018

5 Manfaat Berkemah Bagi Tubuh

Kategori
Pada tanggal 2 April 2018, Pusat pendidikan dan Latihan Nasional (Pusdiklatnas) Gerakan  Pramuka mebuat status pada akun FP nya. Hanya dalam bebrapa jam saja, artikel tersebut sudah di bagikan sebanyak ratusan kali. Karena apa yang di tulis benar-benar berbobot.

Berikut ini isinya

KEUNTUNGAN BERKEMAH BAGI TUBUH

Apa untungnya berkemah? Banyak orang yang bertanya tentang untungnya berkemah. Mereka berpikiran negatif bahwa berkemah itu hanya pindah tidur dan menyengsarakan diri. Berkemah itu membuang-buang waktu. Bukan. Itu pernyataan menyimpang.


Berkemah justru menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Berikut keuntungan berkemah itu.

1. Otak Terbuka
Otak kita akan semakin terbuka akan hal baru dan sesuatu yang sebelumnya belum diketahui. Otak akan terlatih dengan kondisi yang tidak seperti biasanya.

2. Oksigen Melimpah
Saat berkemah di hutan atau lembah, kita akan mendapatkan pasokan oksigen yang bersih dan melimpah. Oksigen itu akan mengembalikan kebugaran diri.

3. Jiwa Sosial Meningkat
Dengan berkemah bersama, jiwa sosial meningkat tajam karena saling membutuhkan dan berbagi kepada sesama. Kepedulian meningkat sehingga mempertajam kecerdasan sosial kita.

4. Uji Kemandirian Terpenuhi
Kemandirian diri teruji secara nyata dengan praktik ke kamar mandi sambil membawa perlengkapan mandi, antre, berjalan jauh untuk mengambil air, melipat alas tidur, dan seterusnya.

5. Spritual Meningkat
Kita semakin yakin akan kebesaran Tuhan. Alam begitu indah dan bermacam jenis. Alam itu unik. Ibadah dalam suasana keheningan alam. Spiritual meningkat karena memperlancar refleksi diri.

Berkemah dalam kepramukaan merupakan alat untuk mencapai tujuan. Perkemahan itu memadukan unsur metode kepramukaan, yakni pemaduan alam terbuka, belajar sambil melakukan, menarik dan menantang, berkelompok, dan seterusnya. Oleh karena itu, berkemah sangat menguntungkan bagi pelaksanaan pendidikan kepramukaan. Selamat berlatih. #pusdiklatnas

Dalam artikel di atas, tidak menyantumkan sang penulisnya. Biasanya jika yang menulis kak Yanto (Kapusdiklatnas), akan selalu di bubuhi dengan nama kak Yanto, kemudian di susul dengan kata Pusdiklatnas, namun kali ini tidak ada, jadi sang penulis dari artikel tersebut bisa siapa saja. Intinya pa yang disampaikan dapat bermanfaat bagi kita

Sumber artikel dan foto dari fp Pusdiklatnas Gerakan Pramuka

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon