Thursday, April 05, 2018

Suara Hati Anak Pramuka, Judulnya Pelabuhan Tak Berujung

Kategori
Terlihat dari kejauhan, belasan anak dengan pakaian yang berbeda, nampak sedang membicarakan sesuatu. Terlihat ada sesuatu yang tengah mereka tunggu. Raut wajah mereka tidak mampu menyembunyikan kecemasan. Dari pakaian yang dikenakan, dipastikan mereka adalah para siswa. Lalu, ada apa dengan mereka?

Kisah ini berawal dari beberapa minggu silam. Beberapa anak yang tergabung dalam kegiatan intra disekolah, berkeinginan untuk kembali menghidupkan organisasi yang identik dengan warna coklat, dan mengibarkan bendera tunas kelapa.
Apa itu hanya sebatas keinginan?, tidak!, mereka memperjuangkannya.

Satu demi satu orang yang memiliki wewenang disekolah telah mereka temui, diuangkapkan niat tersebut, dengan harapan mendapat dukungan.

Korban waktu, tenaga, biaya dan pikiran bukan lagi jadi persoalan. Karena mereka hanya tahu satu hal, sukses dan kebanggaan.


Titik terang itupun ternyata berpihak pada mereka, untuk pertama kalinya, sebuah tempat ibadah menjadi saksi pertemuan dan perencanaan. Banyak harapan dan keinginan yang ingin mereka wujudkan pada waktu itu, namun tunggu dulu, ini masih terlalu awal.

Untuk yang kedua kalinya, pertemuan itu terjadi di tempat yang sama. Namun yang berbeda dari sebelumnya, kala itu lebih fokus pada perencanaan-perencanaan yang tertarah.

Ruang Osis menjadi bukti pertemuan mereka yang ke 3, wajah-wajah baru juga terlihat disana. Itu artinya, sebuah perjugan yang mereka lakukan hari demi hari, sudah memperlihatkan hasil. Berbagi tawa yang beradu dengan harapan tercampur menjadi satu. Tujuan yang selama ini diharapkan, mulai mendekat, menunjukkan sebuah kepastian.

Jumat berkah, jumat ceria dan kebetulan bertepatan dengan tanggal merah. Dimana kebanyakan siswa melampiaskanya dengan bersantai dirumah, namun berbeda dengan mereka. Perjalanan jauh harus mereka tempuh untuk bisa sampai di sekolah. Untuk apa?, mengambil hadiah kah?, bukan itu!, hanya untuk angkat-angkat kayu. Jika orang berfikir, mungkin hal tersebut dianggap seseatu yang... (aaahh,, sudahlah). Tapi, ada sesuatu yang harus mereka perjuangkan, sesuatu yang orang lain pasti tidak mampu merasakan kebanggaan yang mereka rasakan. Itulah kisah pertemuan yang ke 4 di indoor sekolah.

Empat kali sudah, pertemuan itu terjadi. Bahkan itu dianggap cukup untuk mempersiapkan kegiatan persami pada hari sabtu mendatang. Segala sesuatunya sudah siap.


Kamis, 5 April 2018, hari itu bertepatan dengan hari terakhir ujian nasional, dan siapa sangka, hari itu juga sekaligus menjadi hari terakhir sebuah harapan, hari terakhir sebuah perjuangan panjang yang telah mereka lakukan selama ini. Mimpi itu kini terlihat jauh, bagaikan pelabuhan tak berujung.

Dan kini, seseorang hanya bisa melihat mereka dari kejauhan, belasan anak dengan pakaian yang berbeda, nampak sedang membicarakan sesuatu. Terlihat ada yang tengah mereka tunggu. Raut wajah mereka tidak mampu menyembunyikan kecemasan. Dari pakaian yang dikenakan, dipastikan mereka adalah para siswa SMK. Lalu, ada apa dengan mereka?

Pihak yang paling memiliki otoritas di sekolah tersebut, tidak dapat memberikan ijin atas kegiatan yang mereka rencanakan. Dan sekarang apa yang bisa dilakukan??

Kecewa itu sudah pasti, namun berhenti dan terus meratap, atau bahkan mengutuk atas tindakan seseorang yang menjadi penyebab, saya yakin itu bukan sifat mereka. Karena, sejauh yang saya ketahui, tangguh dan luar biasa, itulah mereka.

Untuk anak-anak yang kisahnya saya tulis disini, inilah pesan untuk kalian:
Jangan percaya bahwa pelabuhan itu tak berujung, setelah kita melewati lautan yang begitu luas, sebuah pelabuhan lain akan kita dapati.

Salah jika kalian berhenti hanya sampai disitu, ingat satu hal, lautan itu begitu luas. Ibaratkan kita ingin mencari pengalaman baru, masih banyak tempat yang dapat kita kunjungi untuk mendapatkan pengalaman tersebut.

Dan satu hal lagi, saya minta maaf atas ketidakmampuan saya dalam memperjuangkan harapan kalian. Semoga apa yang telah dilalui, menjadi pengalaman yang berharga bagi kita.

Terimakasih, #Admin_Halo_Pramuka

Artikel Terkait

4 comments

Kata Arini "masih ada kereta yang lewat".

Kata saudaranya Dilan, "Persami itu berat, kamu nggak akan kuat, Perjusami aja"


EmoticonEmoticon