Petunjuk Penyelenggaraan (PP) Saka Tarunabumi Terbaru - Download Pdf

Untuk mendapatkan file Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi (PP Saka Tarunabumi) dalam format Pdf, silahkan kakak download melalui link yang sudah Admin Halo Pramuka siapkan. Link download berada di bawah BAB IX

Hingga saat ini, Petunjuk Penyelenggaraan Saka Tarunabumi ini merupakan versi terakhir dan yang berlaku saat ini. Sehingga Halo Pramuka menambahkan judul dengan kata "terbaru".

Untuk membaca secara langsung PP Saka Tarunabumi, berikut ini admin sajikan secara lengkap, Selamat membaca

PETUNJUK PENYELENGGARAAN
SATUAN KARYA PRAMUKA
TARUNABUMI
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 180 TAHUN 2011

DAFTAR ISI
  • Daftar Isi
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan PramukaNo. 180 Tahun 2011 Tentang Petunjuk  Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi
  • Lampiran I :Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Tarunabumi
  • BAB I - Pendahuluan
  • BAB II - Tujuan dan Sasaran
  • BAB III - Sifat dan Fungsi
  • BAB IV - Organisasi
  • BAB V - Hak dan Kewajiban
  • BAB VI - Pengesahan dan Pelantikan
  • BAB VII - Lambang, Bendera, Tanda Jabatan,
  • Papan Nama, dan Stempel
  • BAB VIII - Kegiatan, Sarana dan Pembiayaan
  • BAB IX - Musyawarah dan Rapat
  • BAB X - Administrasi Saka
  • BAB XI - Pembiayaan
  • BAB XII - Sanggar Bakti
  • BAB XIII - Penutup
  • Lampiran II :Struktur Organisasi Satuan Karya Pramuka Tarunabumi
  • Lampiran III :Gambar Lambang Satuan Karya Pramuka Tarunabumi
  • Lampiran IV :Gambar Bendera Satuan Karya Pramuka Tarunabumi
  • Lampiran V :Gambar Tanda Jabatan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi
  • Lampiran VI :Gambar Papan Nama Satuan Karya Pramuka Tarunabumi
  • Lampiran VII :Gambar Stempel Pimpinan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR: 180 TAHUN 2011
TENTANG
PETUNJUK PENYELENGGARAAN
SATUAN KARYA PRAMUKA TARUNABUMI

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka;
Menimbang 
  • a. bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi dipandang perlu untuk mengadakan penyempurnaan Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi sesuai perkembangan Gerakan Pramuka saat ini;
  • b. bahwa sehubungan dengan itu, penyempurnaan sebagaimana dimaksud pada huruf a dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Mengingat : 
  • 1. Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka
  • 2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
  • 3. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 Tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
  • 4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 170.A Tahun 2008 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka.
  • 5. Instruksi Bersama Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 8/Inst/DL 110/9/1988 dan Nomor: 02 Tahun 1988 tentang Penyempurnaan Instruksi Bersama Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1966.
  • 6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 078 Tahun 1984 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi.

MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
  • Pertama : Mencabut Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 078 Tahun 1984 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi.
  • Kedua : Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini.
  • Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan.

Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Jakarta.
Pada tanggal : 18 Oktober 2011
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,
Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH

LAMPIRAN I
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR 180 TAHUN 2011
PETUNJUK PENYELENGGARAAN
SATUAN KARYA PRAMUKA TARUNABUMI

BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum
a. Pembangunan Pertanian merupakan bagian dari pembangunan nasional yang dilaksanakan oleh seluruh rakyat Indonesia dan oleh para penyelenggara negara, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

b. Tujuan pembangunan pertanian dapat dicapai apabila teknologi yang dianjurkan dapat dikuasai dan dilaksanakan oleh petani beserta keluarganya.

c. Untuk mempercepat jalannya pembangunan pertanian tersebut maka peranan dan peranserta masyarakat perlu dikembangkan dan diarahkan melalui pembinaan dan pemberdayaan masyarakat tani, generasi muda serta tokoh masyarakat lainnya.

d. Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan non formal yang mempunyai tugas pokok membina kaum muda sebagai generasi penerus calon pemimpin bangsa di masa mendatang menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik. Dalam menjalankan fungsinya, Gerakan Pramuka menyelenggarakan berbagai upaya dan usaha yang diarahkan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

e. Tujuan pendidikan kepramukaan yang pertama adalah membentuk karakter kaum muda sehingga memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia. Kedua, menanamkan semangat kebangsaan agar kaum muda cinta tanah air dan memiliki semangat bela Negara. Ketiga, membekali kaum muda dengan berbagai keterampilan hidup (life skill).

f. Pendidikan keterampilan dalam Gerakan Pramuka mencakup keterampilan umum dan keterampilan khusus. Keterampilan khusus dalam satu bidang tertentu bagi Pramuka Penegak dan Pandega, diselenggarakan oleh Satuan Karya Pramuka (Saka).

g. Satuan Karya Pramuka Tarunabumi (Saka Tarunabumi), merupakan wadah pendidikan dan pembinaan untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, serta menambah pengalaman bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di bidang pertanian.

h. Pembinaan dan pengembangan anggota Saka Tarunabumi bertujuan mendidik kemandirian Pramuka Penegak dan Pandega agar mampu berperan menjadi sumber penggerak ekonomi keluarga maupun penggerak sosial ekonomi pedesaan melalui peningkatan produktifitas dan penciptaan lapangan kerja.

i. Pembinaan Saka Tarunabumi telah dimulai sejak tahun 1966 melalui wadah yang diberi nama Kompi-kompi Pramuka Tarunabumi. Sesuai dengan perkembangan Gerakan Pramuka dan pembangunan Pertanian di Indonesia, maka sejak tahun 1984 Kompi-kompi Pramuka Tarunabumi telah disempurnakan menjadi Saka Tarunabumi. Pada tahun yang sama untuk mendukung pembinaan Saka Tarunabumi, maka telah dibentuk Pimpinan Saka Tarunabumi Tingkat Daerah (provinsi), Pimpinan Saka Tarunabumi Tingkat Cabang (kabupaten/kotamadya) sampai dengan pembentukan Saka Tarunabumi di tingkat Ranting (kecamatan).

j. Untuk mencapai keberhasilan dalam penyelenggaraan Saka Tarunabumi diperlukan petunjuk penyelenggaraan, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman untuk mencapai sasaran dan tujuan Gerakan Pramuka.

2. Dasar
  • a. Undang-Undang Republik IndonesiaI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
  • b. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 24 Tahun 2009 tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
  • c. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 203 Tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
  • d. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 170.A Tahun 2008 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka.
  • e. Instruksi Bersama Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 8/Inst/DL 110/9/1988 dan Nomor: 02 Tahun 1988 tentang Penyempurnaan Instruksi Bersama Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1966.
  • f. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 078 Tahun 1984 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi.

3. Maksud dan Tujuan
  • a. Penyusunan Petunjuk Penyelenggaraan Saka Tarunabumi dimaksudkan untuk memberikan pedoman kepada kwartir-kwartir dalam upayanya membentuk, mengelola, membina dan mengembangkan Saka Tarunabumi.
  • b. Tujuan diterbitkannya Petunjuk Penyelenggaraan Saka Tarunabumi adalah sebagai pedoman pembinaan dan pengembangan Saka Tarunabumi.

4. Sistematika
Petunjuk penyelenggaraan Saka Tarunabumi meliputi segala hal ikhwal yang berkaitan dengan upaya membina dan mengembangkan Saka Tarunabumi, dengan sistematika sebagai berikut:
  • a. Pendahuluan
  • b. Tujuan dan Sasaran
  • c. Sifat dan Fungsi
  • d. Organisasi
  • e. Hak dan Kewajiban
  • f. Pengesahan dan Pelantikan
  • g. Lambang, Bendera, Tanda Jabatan, Papan Nama, dan Stempel
  • h. Kegiatan, Sarana dan Prasarana
  • i. Musyawarah dan Rapat
  • j. Administrasi Saka
  • k. Pembiayaan
  • l. Sanggar Bakti
  • m. Penutup

5. Pengertian
a. Tarunabumi adalah pemuda yang berminat dan aktif melaksanakan kegiatan di bidang pertanian pada umumnya, termasuk bidang perkebunan, perikanan, peternakan, tanaman pangan dan hortikultura.

b. Gugus Depan adalah satuan pendidikan dan satuan organisasi terdepan penyelenggara pendidikan kepramukaan.

c. Satuan Karya Pramuka disingkat Saka adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan bagi peserta didik sebagai anggota muda untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pembinaan di bidang tertentu.

d. Satuan Karya Pramuka Tarunabumi disingkat Saka Tarunabumi adalah wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang pertanian yang berguna bagi diri pribadi, keluarga, dan lingkungan serta dapat dikembangkan menjadi lapangan pekerjaan.

e. Anggota Saka Tarunabumi adalah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega putra dan putri yang menjadi anggota gugus depan di wilayah ranting atau cabang untuk mengembangkan bakat, minat, kemampuan, dan pengalaman di bidang pertanian melalui Saka Tarunabumi.

f. Pamong Saka Tarunabumi adalah Pembina Pramuka, terutama Pembina Pramuka Penegak/Pandega atau anggota dewasa lainnya berkualifikasi Pembina Mahir yang memiliki minat dalam bidang pertanian dan bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan Saka Tarunabumi.

g. Instruktur Saka Tarunabumi adalah anggota Gerakan Pramuka atau seseorang yang mempunyai kemampuan, pengetahuan, keterampilan dan keahlian di bidang pertanian untuk membantu Pamong Saka Tarunabumi dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota Saka Tarunabumi.

h. Pimpinan Saka Tarunabumi adalah badan kelengkapan kwartir yang bertugas memberi bimbingan organisatoris dan teknis kepada Saka Tarunabumi serta memberikan bantuan fasilitas dan dukungan lainnya.

i. Majelis Pembimbing Saka Tarunabumi adalah suatu badan yang terdiri atas pejabat instansi pemerintah dan tokoh masyarakat yang memberikan dukungan dan bantuan moral, materiil, finansial untuk pendidikan dan pembinaan Saka Tarunabumi.

j. Dewan Saka Tarunabumi adalah badan yang dibentuk oleh anggota Saka Tarunabumi, beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang bertugas merencanakan dan memimpin pelaksanaan kegiatan Saka Tarunabumi sehari-hari di satuannya.

k. Krida adalah satuan terkecil dari Saka, sebagai wadah kegiatan keterampilan, pengetahuan dan teknologi tertentu.

l. Musyawarah Saka Tarunabumi adalah forum atau pertemuan para anggota Saka Tarunabumi, guna membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan Saka Tarunabumi.

BAB II
TUJUAN DAN SASARAN
1. Tujuan
Tujuan pembentukan dan pengembangan Saka Tarunabumi adalah untuk mewujudkan generasi muda yang cinta pertanian dengan menyediakan wadah pendidikan luar sekolah di bidang pertanian bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega serta peminat/calon anggota Gerakan Pramuka.

2. Sasaran
Sasaran pembentukan dan pengembangan Saka Tarunabumi adalah agar anggota Saka Tarunabumi:
  • a. Memiliki rasa cinta pertanian dan berperan serta dalam pembangunan pertanian.
  • b. Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, kecakapan dan keterampilan di bidang pertanian.
  • c. Mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan Saka Tarunabumi yang berdayaguna dan berhasilguna, sesuai dengan bakat dan minatnya di bidang pertanian, sehingga berguna bagi pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
  • d. Mampu menyebarluaskan pengetahuan, pengalaman, kecakapan dan keterampilan, yang diperoleh dari kegiatan Saka Tarunabumi kepada Pramuka di gugus depan masing-masing, serta kepada masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

BAB III
SIFAT DAN FUNGSI
1. Sifat
Saka Tarunabumi bersifat terbuka bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, baik putra maupun putri berasal dari gugus depan di wilayah Ranting/ Cabang setempat .

2. Fungsi
Saka Tarunabumi berfungsi sebagai:
  • a. Wadah pendidikan dan pembinaan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan di bidang pertanian.
  • b. Sarana untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif.
  • c. Sarana untuk melaksanakan bakti kepada masyarakat, bangsa dan negara.
  • d. Sarana untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengembangan Gerakan Pramuka.

BAB IV
ORGANISASI
1. Pengorganisasian
a. Saka Tarunabumi dibentuk di tingkat ranting yang anggotanya terdiri dari Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dari beberapa gugus depan di wilayah tersebut yang mempunyai minat dan ingin mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian. Apabila kwartir ranting belum mampu membentuk Saka Tarunabumi, maka pembentukan Saka Tarunabumi dapat dilaksanakan oleh kwartir cabang.

b. Saka Tarunabumi dikoordinir pengelolaan, pengendalian, dan pembinaannya oleh kwartir ranting/cabang, sedangkan pengesahannya dilakukan oleh kwartir cabang.

c. Kegiatan dan latihan Saka Tarunabumi dilaksanakan di semua tingkat kwartir Gerakan Pramuka.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 7

d. Saka Tarunabumi beranggotakan sedikitnya 10 (sepuluh) orang dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) orang yang terdiri dari sedikitnya 2 (dua) Krida yang masing-masing beranggotakan 5 (lima) hingga 10 (sepuluh) orang. Apabila peminat Saka Tarunabumi lebih dari 40 (empat puluh) orang, maka dibagi dalam beberapa Saka Tarunabumi.

e. Saka Tarunabumi dapat diberi nama pahlawan atau tokoh lain yang dapat memberi motivasi kepada anggotanya.
Contoh: Saka Tarunabumi Ki Hajar Dewantoro, Saka Tarunabumi Pangeran Diponegoro, Saka Tarunabumi Jenderal Sudirman, dan seterusnya.

f. Saka Tarunabumi memiliki 5 (lima) krida yang terdiri dari:
1) Krida Tanaman Pangan
2) Krida Perikanan
3) Krida Peternakan
4) Krida Perkebunan
5) Krida Hortikultura

g. Tiap krida Saka Tarunabumi beranggotakan 5 sampai dengan 10 orang, sehingga dalam satu Saka Tarunabumi dimungkinkan adanya beberapa jenis krida yang sama. Pengembangan jumlah krida dan anggota disesuaikan dengan kebutuhan.

h. Krida Saka Tarunabumi diberi nama sesuai dengan jenis kegiatannya, jika terdapat 2 atau lebih krida yang sejenis maka nama krida tersebut dapat diberi tambahan nomor urut dibelakangnya. Misalnya: Krida Hortikultura I, Krida Hortikultura II, dan seterusnya.

i. Tiap krida dipimpin oleh Pemimpin Krida dan dibantu oleh seorang Wakil Pemimpin Krida yang dipilih oleh anggota krida.

j. Saka Tarunabumi Putra dibina oleh Pamong Saka Putra, Saka Tarunabumi Putri dibina oleh Pamong Saka Putri dan masing-masing dibantu oleh Instruktur.

k. Jumlah Pamong Saka sedikitnya satu orang dan dapat dibantu oleh Instruktur sesuai dengan kebutuhan.

l. Instruktur dapat terdiri dari instruktur tetap maupun tidak tetap yang berasal dari Pembina pramuka, aparat pertanian maupun seseorang yang memiliki keahlian di bidang pertanian.

m. Saka Tarunabumi membentuk Dewan Saka Tarunabumi. Pengurus Dewan Saka terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan beberapa anggota yang dipilih di antara Pemimpin Krida dan Wakil Pemimpin Krida. Masa bakti Dewan Saka Tarunabumi adalah 2 (dua) tahun.

2. Prosedur Pembentukan Saka Tarunabumi
Pembentukan Saka Tarunabumi berdasarkan kebutuhan dari tingkat bawah, yaitu adanya sekelompok Pramuka Penegak dan atau Pramuka Pandega dari satu gugus depan atau lebih yang berminat pada bidang pertanian dan secara terus menerus melakukan kegiatan bersama, kemudian mengusulkan kepada kwartir ranting atau kwartir cabang untuk membentuk Saka Tarunabumi.
Saka Tarunabumi dapat tumbuh dari gagasan anggota Gerakan Pramuka setempat atau diusulkan oleh lembaga atau instansi setempat.

3. Kelengkapan Organisasi
Satuan Karya Pramuka Tarunabumi di kwartir ranting/cabang memiliki kelengkapan sebagai berikut:
a. Anggota Saka Tarunabumi
1) Kriteria
  • a) Anggota: Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dari gugus depan di wilayah kwartir ranting atau cabang.
  • b) Calon anggota: Kaum muda yang berusia 16 tahun sampai dengan 25 tahun yang berminat menjadi anggota Saka Tarunabumi, dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan dalam waktu 6 (enam) bulan setelah menjadi anggota Saka Tarunabumi wajib menjadi anggota gugus depan di kwartir ranting atau cabang.
2) Syarat
  • a) Pramuka Penegak Bantara, Penegak Laksana dan Pramuka Pandega.
  • b) Menyatakan keinginan untuk menjadi anggota Saka Tarunabumi secara sukarela dan tertulis.
  • c) Mendapat ijin dari orang tua/wali secara tertulis.
  • d) Bagi Pramuka Penegak dan Pamuka Pandega mendapat ijin tertulis dari Pembina gugusdepannya, dan tetap menjadi anggota gugus depan asalnya.
  • e) Sehat jasmani dan rohani.
  • f) Tidak sedang menjadi salah satu anggota Saka lain.
  • g) Bersedia dengan sukarela mendarmabaktikan dirinya kepada masyarakat dimanapun dan setiap saat bila diperlukan.

b. Pamong Saka
1) Kriteria
  • a) Pembina Pramuka, terutama Pembina Pramuka Penegak Pandega atau anggota dewasa lainnya yang memiliki minat dalam bidang kegiatan Saka Tarunabumi. 
  • b) Bila dalam Saka Tarunabumi ada beberapa Pamong Saka, maka dipilih salah seorang sebagai koordinator. 
  • c) Pamong Saka Tarunabumi secara ex-officio menjadi anggota Mabi Saka Tarunabumi.
2) Syarat
  • a) Pamong Saka Tarunabumi minimal telah lulus Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar serta bersedia mengikuti Kursus Pamong Saka selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikukuhkan.
  • b) Pamong Saka Tarunabumi minimal memiliki minat dan pengetahuan serta keterampilan sesuai kegiatan Saka Tarunabumi.
  • c) Masa bakti Pamong Saka Tarunabumi 3 (tiga) tahun dan sesudahnya dapat diangkat kembali.

c. Instruktur Saka
1) Kriteria
  • a) Mempunyai kemampuan, pengetahuan, keterampilan dan keahlian khusus serta berpengalaman di bidang pertanian.
  • b) Mampu sebagai pelaksana kegiatan dan penguji SKK bagi anggota Saka sesuai bidang keahliannya.
2) Syarat
  • a) Bersedia secara sukarela dan bertanggungjawab dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan serta kecakapannya kepada anggota Saka Tarunabumi.
  • b) Masa bakti Instruktur Saka Tarunabumi 3 (tiga) tahun dan dapat di angkat kembali.

d. Majelis Pembimbing Saka Tarunabumi
1) Kriteria
  • a) Pejabat instansi pemerintah dan atau tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pembinaan dan pengembangan Saka Tarunabumi.
  • b) Mabi Saka Tarunabumi merupakan mitra pimpinan kwartir dalam pengelolaan dan pembinaan Saka Tarunabumi.
2) Syarat
  • a) Bersedia memberi dukungan dan bantuan moral, materiil dan finansial dalam pembinaan dan pengembangan Saka Tarunabumi.
  • b) Masa bakti Mabi Saka Tarunabumi sesuai dengan masa bakti kwartirnya.

e. Dewan Saka Tarunabumi
1) Susunan dan fungsi
  • a) Dewan Saka Tarunabumi terdiri atas Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapa anggota yang berasal dari anggota Saka Tarunabumi dan dipilih oleh anggota Saka Tarunabumi melalui Musyawarah Saka Tarunabumi.
  • b) Pada hakekatnya fungsi Dewan Saka Tarunabumi sama dengan Dewan Ambalan Penegak atau Dewan Racana Pandega.
  • c) Dewan Saka Tarunabumi bertanggungjawab atas perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Saka Tarunabumi sehari-hari.
  • d) Masa bakti Dewan Saka Tarunabumi 2 (dua) tahun dan dapat dipilih kembali untuk masa bakti berikutnya, sebanyak-banyaknya untuk 2 (dua) kali masa bakti.
2) Syarat
  • a) Anggota Saka Tarunabumi.
  • b) Sedikitnya telah aktif dalam Saka Tarunabumi selama
  • 6 (enam) bulan.
  • c) Memiliki bakat kepemimpinan yang baik dan pengetahuan serta pengalaman yang memadai untuk tugasnya sebagai Dewan Saka.

f. Di kwartir cabang, kwartir daerah, dan Kwartir Nasional dibentuk Pimpinan Saka Tarunabumi sebagai unsur kelengkapan kwartir.
  • 1) Pimpinan Saka Tarunabumi adalah badan kelengkapan kwartir yang bertugas memberi bimbingan organisatoris dan teknis serta memberikan bantuan fasilitas dan dukungan lainnya kepada Saka Tarunabumi.
  • 2) Pimpinan Saka Tarunabumi terdiri dari unsur kwartir Gerakan Pramuka, unsur instansi pemerintah, badan swasta dan lembaga masyarakat yang ada kaitannya dengan upaya pembinaan dan pengembangan Saka Tarunabumi.
  • 3) Susunan Pimpinan Saka Tarunabumi adalah sebagai berikut:
    • a) Penasehat
    • b) Pengurus terdiri atas:
      • (1) Ketua
      • (2) Wakil Ketua
      • (3) Sekretaris
      • (4) Bendahara
      • (5) Anggota.
    • c) Bila dipandang perlu dapat ditunjuk Pelaksana Harian Pimpinan Saka Tarunabumi.

4) Ketua Pimpinan Saka Tarunabumi secara ex-officio menjadi Andalan Kwartir dan sebagai unsur pengurus di kwartir cabang, kwartir daerah, dan Kwartir Nasional.

5) Pimpinan Saka Tarunabumi disahkan dan dilantik oleh Ketua Kwartir dan bertanggungjawab kepada kwartir sesuai tingkatannya.

6) Masa bakti Pimpinan Saka Tarunabumi sama dengan masa bakti kwartir yang bersangkutan.

7) Tingkat Pimpinan Saka:
  • a) Di tingkat pusat dibentuk Pimpinan Saka Tarunabumi tingkat Nasional.
  • b) Di tingkat provinsi dibentuk Pimpinan Saka Tarunabumi tingkat Daerah.
  • c) Di tingkat kabupaten/kota dibentuk Pimpinan Saka Tarunabumi tingkat Cabang.

g. Dewan Kehormatan Saka Tarunabumi
1) Dewan Kehormatan Saka Tarunabumi adalah badan yang dibentuk oleh Saka Tarunabumi untuk menyelesaikan hal-hal tertentu yang menyangkut nama baik seorang anggota Saka Tarunabumi atau nama baik Saka Tarunabumi dan menyusun data yang diperlukan untuk pengusulan pemberian anugerah serta tanda penghargaan kepada anggota Saka Tarunabumi.

2) Dewan Kehormatan Saka Tarunabumi bersidang karena adanya:
  • a) Pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, peraturan-peraturan Saka Tarunabumi, disiplin dan kehormatan Saka Tarunabumi yang dilakukan oleh anggota Saka Tarunabumi, Pimpinan Krida, Dewan Saka Tarunabumi, Pamong Saka Tarunabumi, dan Instruktur Saka Tarunabumi.
  • b) Pernyataan keberatan dan pembelaan diri dari personil sebagaimana tersebut dalam huruf a) yang dianggap melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, peraturan-peraturan Saka Tarunabumi, disiplin dan kehormatan Saka Tarunabumi serta ketentuan Gerakan Pramuka lainnya.
  • c) Pernyataan merehabilitasi nama baik personil sebagaimana tersebut dalam huruf a) yang terkena sanksi.
  • d) Pengusulan pemberian anugerah atau penghargaan bagi yang berprestasi.

3) Dewan Kehormatan Saka Tarunabumi memutuskan pemberian sanksi dalam bentuk:
  • a) Pemberhentian sementara.
  • b) Pemberhentian sebagai personil sebagaimana tersebut dalam butir 2 a) sekaligus pengembalian yang bersangkutan ke gugus depannya.

4) Dewan Kehormatan Saka Tarunabumi terdiri atas:
  • a) Seorang Pamong Saka Tarunabumi sebagai ketua.
  • b) Seorang Instruktur Saka Tarunabumi.
  • c) Seorang Dewan Saka Tarunabumi.
  • d) Seorang Pemimpin Krida.

5) Dewan Kehormatan Saka Tarunabumi memberi laporan tentang keputusan yang diambilnya kepada ketua gugus depan anggota Saka Tarunabumi yang bersangkutan, ketua kwartir ranting, ketua kwartir cabang dan Mabi Saka Tarunabumi melalui Pamong Saka Tarunabumi

4. Bagan Struktur Organisasi Saka Tarunabumi
Struktur organisasi Saka Tarunabumi lihat gambar dibawah ini:

BAB V
HAK DAN KEWAJIBAN
Dalam BAB V ini dijelaskan secara lengkap tentang hak dan kewajiban anggora Saka Taruna Bumi, Pimpinan krida, dewan saka, Pamong dan juga instruktur.
Untuk membacanya, silahkan buka: Hak dan Kewajiban Anggota, Pamong, Pimpinan dan Instruktur Saka Taruna Bumi

BAB VI
PENGESAHAN DAN PELANTIKAN
1. Pengesahan
  • a. Saka Tarunabumi di tingkat ranting/cabang, disahkan dengan Surat Keputusan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.
  • b. Pimpinan Saka Tarunabumi disahkan dengan Surat Keputusan Ketua Kwartir yang bersangkutan.
  • c. Mabi Saka Tarunabumi disahkan dengan Surat Keputusan Ketua Kwartir yang bersangkutan.
  • d. Pamong Saka dan Instruktur Saka Tarunabumi disahkan dengan Surat Keputusan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.
  • e. Dewan Kehormatan Saka Tarunabumi disahkan dengan Surat Keputusan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.
  • f. Dewan Saka Tarunabumi disahkan dengan Surat Keputusan Pamong Saka.

2. Pelantikan
  • a. Pelantikan dilakukan dengan mengucapkan Trisatya Pramuka dan Ikrar
  • b. Anggota Saka Tarunabumi, Pemimpin Krida dan Dewan Saka Tarunabumi dilantik oleh Pamong Saka.
  • c. Pamong Saka dan Instruktur Saka Tarunabumi dilantik oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.
  • d. Pimpinan Saka dan Mabi Saka Tarunabumi dilantik oleh Ketua Kwartir sesuai dengan tingkatannya.

BAB VII
LAMBANG, BENDERA, TANDA JABATAN, PAPAN NAMA, DAN STEMPEL
Dalam bab VII ini memuat tentang lambang, bendera, tanda jabatan, papan nama dan juga setempel Saka Tarunabumi. Halo Pramuka telah menyusunnya beserta gambar-gambar.
Aturan-aturan dalam pembuatan bendera bendera, tanda jabatan, papan nama juga di uraikan secara detail dan lengkap. Jadi bila kakak ingin tahu, segera baca artikelnya disini: Logo/ Lambang, Bendera, Tanda Jabatan, Papan Nama dan Stempel Saka Tarunabumi

BAB VIII
KEGIATAN, SARANA, DAN PRASARANA
Apa saja kegiatan dari Saka tarunabumi itu?
Silahkan kakak baca disini: Kegiatan Saka Tarunabumi

BAB IX
MUSYAWARAH DAN RAPAT
1. Musyawarah
  • a. Musyawarah.
    • 1) Musyawarah Saka Tarunabumi merupakan suatu forum atau tempat pertemuan para anggota Saka Tarunabumi, guna membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan Saka Tarunabumi.
    • 2) Hasil Musyawarah Saka Tarunabumi menjadi bahan rujukan bagi Pimpinan Saka Tarunabumi dan kwartir cabang dalam merencanakan penyelenggaraan kegiatan Saka Tarunabumi.
  • b. Peserta Musyawarah Saka Tarunabumi:
    • 1) Dewan Saka Tarunabumi.
    • 2) Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida.
    • 3) Anggota Saka Tarunabumi.
  • c. Penasehat Musyawarah Saka Tarunabumi:
    • 1) Mabi Saka Tarunabumi.
    • 2) Pamong Saka Tarunabumi.
    • 3) Instruktur Saka Tarunabumi.
  • d. Acara Musyawarah:
    • 1) Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Dewan Saka Tarunabumi yang lama.
    • 2) Laporan pertanggungjawaban keuangan.
    • 3) Usulan Rencana Kerja masa bakti berikutnya.
    • 4) Pemilihan Dewan Saka Tarunabumi.
  • e. Pimpinan Musyawarah.
    • Musyawarah Saka Tarunabumi dipimpin oleh Ketua Dewan Saka Tarunabumi atau anggota Dewan Saka yang telah mendapat mandat dari Ketua Dewan Saka Tarunabumi.
  • f. Waktu musyawarah.
    • Musyawarah Saka Tarunabumi dilaksanakan 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya masa bakti Dewan Tarunabumi.

2. Rapat Kerja
  • a. Rapat kerja Saka Tarunabumi dihadiri oleh Dewan Saka, Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida, Pamong Saka, Instruktur Saka, Mabi Saka, dan dapat pula mengundang Pimpinan Saka Tarunabumi tingkat Cabang.
  • b. Rapat Kerja Saka Tarunabumi dipimpin oleh Dewan Saka Tarunabumi.
  • c. Rapat Kerja Saka Tarunabumi membahas:
    • 1) Laporan pelaksanaan Program Kerja tahun yang lalu;
    • 2) Laporan pertanggungjawaban keuangan;
    • 3) Evaluasi Program Kerja tahun yang lalu;
    • 4) Program kerja tahun mendatang.
  • d. Hasil rapat kerja dilaporkan kepada Pimpinan Saka Tarunabumi, selanjutnya oleh Pimpinan Saka Tarunabumi diajukan kepada kwartirnya, sebagai usulan kegiatan Saka Tarunabumi untuk mendapatkan pengesahan sebagai program kwartir yang bersangkutan.

3. Rapat Koordinasi
Pimpinan Saka Tarunabumi Tingkat Daerah dan atau Pimpinan Saka Tarunabumi Tingkat Nasional secara reguler menyelenggarakan rapat koordinasi untuk membahas kinerja, kegiatan dan pengembangan Saka Tarunabumi.

Dapatkan File Petunjuk Penyelenggaraan ini sekarang!
Download PP Saka Tarunabumi Pdf


Untuk mengunduh Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Tarunabumi, silahkan kakak buka link downloadnya disini: PP Saka Tarunabumi

BAB X
ADMINISTRASI SAKA
  • 1. Pelaksanaan administrasi Saka Tarunabumi berpedoman pada Petunjuk Penyelenggaraan sistem Administrasi Gerakan Pramuka.
  • 2. Pimpinan Saka Tarunabumi dapat membuat stempel dan kop surat Saka Tarunabumi atas persetujuan dari kwartir yang bersangkutan dan menyelenggarakan administrasi surat menyurat.

BAB XI
PEMBIAYAAN
1. Pendanaan
Dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan Saka Tarunabumi diperoleh dari:
  • a. Iuran Saka Tarunabumi yang besarnya ditetapkan dalam Musyawarah Saka Tarunabumi.
  • b. APBN dan APBD.
  • c. Bantuan dari Majelis Pembimbing Saka Tarunabumi yang bersangkutan, Kwartir, Pimpinan Saka Tarunabumi yang bersangkutan dan instansi terkait.
  • d. Sumbangan dari masyarakat yang tidak mengikat.
  • e. Sumber lain yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Gerakan Pramuka, Peraturan perundang-undangan yang berlaku dan, AD/ART Gerakan Pramuka.

2. Laporan Pertanggungjawaban
Laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana disampaikan kepada :
  • a. Musyawarah Saka Tarunabumi dan/atau Rapat Kerja
  • Tarunabumi;
  • b. Majelis Pembimbing Saka Tarunabumi yang bersangkutan;
  • c. Penyandang dana.


BAB XII
SANGGAR BAKTI
  • 1. Sanggar Bakti Saka Tarunabumi adalah tempat yang digunakan oleh anggota Saka Tarunabumi untuk mengadakan kegiatan dan atau pertemuan Saka Tarunabumi.
  • 2. Setiap kwartir mengusahakan adanya Sanggar Bakti Saka Tarunabumi, sesuai dengan program kegiatannya.

BAB XIII
PENUTUP
  • 1. Petunjuk penyelenggaraan ini dibuat guna membantu kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan pembinaan kepramukaan, khususnya kegiatan Saka Tarunabumi.
  • 2. Petunjuk penyelenggaraan ini dapat dijabarkan lebih lanjut dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Saka Tarunabumi.
  • 3. Hal-hal yang belum ditetapkan dan diatur dalam petunjuk penyelenggaraan ini akan diatur lebih lanjut oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  • 4. Apabila dalam petunjuk penyelenggaraan ini masih terdapat kekurangan, kekeliruan atau kesalahan akan diadakan penambahan dan pembetulan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 18 Oktober 2011
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,
Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon