Saturday, March 31, 2018

Film Anime One Piece dan Anak Pramuka Jaman Now

Kategori
Panggil saja saya kak Fa. Update status saya malam ini, 29/3/2018

Mungkin rangkaian kata saya malam ini sedikit menyita waktu kakak.
Dibaca atau di abaikan, silahkan diputuskan sendiri ;)

Saya mencoba menganalogikan film Anime series kesukaan saya dengan kondisi anak Pramuka saat ini. Berikut ini ceritanya

Baca juga: Visi Misi Gerakan Pramuka Terbaru


Seorang anak laki-laki bernama Luffy, berasal dari daerah timur dan telah memakan buah setan, memiliki ambisi yang sangat tinggi. Ia ingin menjadi raja bajak laut dan menemukan harta terbesar di dunia bernama "One Piece". One Piece adalah salah satu judul anime series asal Jepang yang sangat populer.

Dia pun memutuskan untuk berlayar menyeberangi lautan dan menemukan harta tersebut. Untuk mendapatkan gelar sebagai raja bajak laut, mengharuskannya berlayar melewati lautan yang paling berbahaya bernama Grand Line. Belum lahgi bahaya lain yang mengancam dari para bajak laut lain dan juga pasukan pemerintah.

Ditambah dampak dari buah setan yang telah ia makan, membuat kemampuannya berenang menjadi hilang. Otomatis akan mati saat ia tercebur ke laut.

Saya menemukan sesuatu yang menarik dalam cerita itu. Keinginan dan kemampuannya saling bertolak belakang. Bagaimana tidak, dia ingin menjadi raja bajak laut, namun berenang pun ia tidak bisa, bahkan lautan dengan mudah merenggut nyawanya. Tapi, dengan kekurangan tersebut, bukan malah menjadikan ia berhenti untuk meraih cita-cita. Justru sebaliknya, ia menjadi lebih tertantang untuk mendapatkan impiannya.

Dan anak Pramuka jaman now?
Saya banyak mendengar anggota Pramuka berkata seperti ini: "Saya ingin sekali ikut kegiatan tingkat daerah atau nasional, tapi saya tidak bisa", dan juga seperti ini: "Saya ingin aktif di Pramuka, tapi saya tidak bisa apa-apa dan tidak tahu tentang Pramuka sama sekali". Atau kata-kata lain yang mirip dengan kalimat di atas.

Saya tidak hanya mendengar kata-kata tersebut satu dua kali saja, tapi sudah cukup sering. kalimat pesimis yang kerap kali di ungkapkan oleh seorang anggota Pramuka, baik anggota baru maupun yang sudah cukup lama. Kesimpulannya, mereka itu adalah anggota yang pesimis, dan banyak saya temui saat ini.

Jika melihat cerita film One Piece di atas, Luffy, memiliki karakter yang sagat berbeda dengan anak Pramuka jaman now. Dia penuh dengan sifat optimis serta keyakinan bahwa ia mampu meraih apa yang diimpikannya, walaupun memiliki kekurangan, namun sama sekali tidak menyurutkan niatnya untuk meraih cita cita tersebut.

Pernah suatu ketika, ia terlibat dalam pertempuran yang sangat besar dan seorang musuh berkata bahwa Luffy memiliki kekuatan yang sagat mengerikan didunia ini. Kira kira kekutan apa yang dimiliki oleh Luffy?, apakah kekutan membelah lautan?, kekuatan mengubah diri menjadi raksasa yang sangat kuat?, ternyata bukan seperti itu.

Kekutan mengerikan yang dimaksud yaitu Luffy mampu menjadikan orang orang disekitarnya menjadi teman, ia dapat membuat seorang musuh berpihak kepadanya, bertarung dan berjuang bersamanya. Dan lagi, ia juga mampu memberikan semangat baru kepada orang-orang yang telah kehilangan semangat. Ternyata kekuata itulah yang membuat lawannya gentar.

Sebagai seorang anggota Pramuka, kemampuan seperti itu sangat diperlukan. Kemapuan untuk membuat anggota pramuka lain termotivasi. Kemampuan untuk menyatukan kembali tim yang retak, dan kempuan menjadi seorang pelopor kerjasama dalam sebuah regu.

Ternyata, mahir dalam materi-materi kepramukaan saja tidaklah cukup, jika kamu tidak mampu bekerjasama dengan sesama anggoata regu.

Gerakan Pramuka, sejak kemunculannya, telah mengajarkan sistim kerjasama. Maka tidak mengherankan jika ada istilah Barung untuk Siaga, Regu untuk Penggalang, Sangga untuk Penegak dan Reka untuk Pramuka Pandega. Sistem kelompok tersebut tujuannya tidak lain adalah untuk melatih kerjasama tim

Seberapa penting dan bergunakah kerjasama itu?, saya ambil contoh yang dekat saja. Coba kita lihat disekitar kita. Saat menemuka informasi lowongan kerja, disitu ada poin yang menjadi syarat khusus bagi si calon pelamar kerja, bunyinya : " mampu bekerja dalam tim". Jadi, sudah percaya kan kalau kerjasama itu penting sekali?

Saya rasa kalimat-kalimat saya cukup sampai disini dulu. Perlu dicatat bahwa apa yang saya sampaikan terkait dengan kondisi anggota Pramuka jaman sekarang, sifanya adalah opini, kakak dapat setuju ataupun tidak.

Terimakasih sudah berkunjung ke Halo Pramuka dan menyempatkan untuk membaca tulisan saya. #Admin Halo Pramuka.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon