Tugas dan Tanggung Jawab Pimpinan, Pamong, Instruktur dan Mabi Saka Bhayangkara

Satuan Karya Pramuka disingkat Saka adalah satuan organisasi penyelenggara pendidikan kepramukaan bagi peserta didik sebagai anggota muda untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pembinaan di bidang tertentu.

Bhayangkara berarti penjaga, pengawal, pengaman atau pelindung keselamatan bangsa dan negara.

Kebhayangkaraan adalah kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara dalam rangka menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan melindunginya terhadap setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negeri.

Satuan Karya Pramuka Bhayangkara disingkat Saka Bhayangkara adalah wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang Kebhayangkaraan yang berguna bagi diri pribadi, keluarga, dan lingkungan serta dapat dikembangkan menjadi lapangan pekerjaan.

Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) adalah suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional yang ditandai oleh terjaminnya kemanan, ketertiban dan tegaknya hukum, serta terbinanya ketentraman, yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentuk-bentuk gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.


Dalam Saka Bhayangkara, kita mengenal istilah-istilah seperti Pamong, Instruktur, Mabi dan lain sebaginya. Lalu siapakah mereka itu, apa peran dan tanggung jawabnya dalam Saka Bhayangkara. Berikut ini akan Halo Pramuka uraikan secara mendetail tentang tugas dan tangung jawab masing-masing jabatan dalam Saka Bhayangkara

Sebenarnya ini sudah tertuang dalam Petunjuk Penyelenggaraan (PP) Saka Bhayangkara, Admin mengambil kutiapan dari PP tersebut.

Silahkan disimak penjelasannya di bawah ini

1. Pemimpin Krida
Pemimpin Krida mempunyai tugas dan tanggung jawab:
  • a. Memimpin Kridanya dalam semua kegiatan;
  • b. Mewakili Kridanya dalam pertemuan Dewan Saka Bhayangkara;
  • c. Bekerjasama dan membagi tugas dengan Wakil Pemimpin Kridanya untuk mewujudkan kekompakan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya dalam bidang Kebhayangkaraan;
  • d. Bekerjasama dengan para Pemimpin Krida lainnya dalam upaya memelihara keutuhan dan kesatuan anggota sakanya.

2. Dewan Saka Bhayangkara
Dewan Saka Bhayangkara mempunyai tugas dan tanggung jawab:
  • a. Memimpin dan melaksanakan kegiatan Saka Bhayangkara sehari-hari secara berdayaguna dan tepat guna dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di bawah bimbingan Pamong Saka Bhayangkara.
  • b. Melaksanakan administrasi mengenai keanggotaan dan kegiatan Saka Bhayangkara.
  • Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 17
  • c. Melaksanakan latihan Saka Bhayangkara sesuai dengan ketentuan Saka Bhayangkara.
  • d. Menjadi motor penggerak dalam pemikiran, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian kegiatan Saka Bhayangkara.
  • e. Melaksanakan pertemuan Dewan Saka Bhayangkara sesuai dengan rencana dan mengadakan evaluasi seperlunya.
  • f. Melaksanakan kebijakan Kwartir ranting/cabang dalam bidang Saka Bhayangkara.
  • h. Menciptakan pembaharuan dalam bentuk kegiatan menarik dibidang Kebhayangkaraan dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar metodik kepramukaan.
  • i. Melakukan konsultasi dengan Pamong Saka Bhayangkara dan Instruktur Saka Bhayangkara.
  • j. Memelihara dan meningkatkan hubungan baik dengan:
    • 1) Pamong Saka Bhayangkara;
    • 2) Instruktur Saka Bhayangkara;
    • 3) Mabi Saka Bhayangkara;
    • 4) Dewan Kerja Ranting dan Dewan Kerja Cabang;
    • 5) Pengurus/Andalan Kwartir;
    • 6) Gudep tempat para anggota Saka Bhayangkara bergabung;
    • 7) Saka-saka lain.
  • k. Dengan bantuan Mabi Saka Bhayangkara dan Pamong Saka Bhayangkara, Dewan Saka Bhayangkara mengusahakan tenaga-tenaga ahli atau tokoh-tokoh masyarakat yang berpengetahuan atau berpengalaman untuk dijadikan Instruktur dalam suatu bidang yang diperlukan.
  • l. Memberikan laporan berkala tentang pelaksanaan kegiatan Saka Bhayangkara kepada Kwartir melalui Pamong Saka Bhayangkara dan atau Pimpinan Saka Bhayangkara.
Baca juga
Syarat, Hak dan Kewajiban Anggota Saka Bhayangkara

3. Pamong Saka Bhayangkara
Pamong Saka Bhayangkara mempunyai tugas dan tanggung jawab:
  • a. Mengelola pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  • b. Menjadi Pembina Saka Bhayangkara dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara;
  • c. Mengusahakan Instrukutur Saka Bhayangkara, perlengkapan dan keperluan kegiatan Saka Bhayangkara;
  • d. Memberi motivasi, mendampingi, membantu dan membangkitkan semangat Dewan Saka Bhayangkara dan Anggota Saka Bhayangkara;
  • e. Mendampingi Dewan Saka Bhayangkara dalam menyusun perencanaan, melaksanakan kegiatan dan mengadakan penilaian;
  • f. Mengarahkan peserta didik kedalam Krida yang sesuai dengan minat dan kemampuannya;
  • g. Mengadakan hubungan, konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka Bhayangkara, Kwartir, Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara, Gugusdepan dan Saka lainnya serta dengan instansi yang lain;
  • h. Mengkoordinasikan Instruktur Saka Bhayangkara dengan Dewan Saka Bhayangkaranya;
  • i. Menjadi anggota Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Tingkat Ranting (Mabi Saka Bhayangkara Ranting);
  • j. Merencanakan dan mengupayakan kegiatan Saka Bhayangkara yang dapat menarik dan meningkatkan minat masyarakat di bidang Kebhayangkaraan;
  • k. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan serta sistem Among dalam kegiatan pembinaan Saka Bhayangkara;
  • l. Melaporkan perkembangan dan kegiatan Saka Bhayangkara kepada Kwartir dan Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara (Mabi Saka Bhayangkara) yang bersangkutan.

4. Instruktur Saka Bhayangkara
Instruktur Saka Bhayangkara mempunyai tugas dan tanggung jawab:
  • a. Bersama dengan Pamong Saka Bhayangkara melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  • b. Melaksanakan pendidikan dan latihan sesuai dengan keahliannya bagi para anggota Saka Bhayangkara;
  • c. Memberi pengetahuan, latihan dan keterampilan di bidang Kebhayangkaraan;
  • d. Menjadi penguji Syarat Kecakapan Khusus (SKK) bagi anggota Saka Bhayangkara sesuai dengan keahliannya dan melaporkan perkembangannya kepada Pamong Saka Bhayangkara;
  • Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 19
  • e. Menjadi penasehat bagi Dewan Saka Bhayangkara dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan Saka Bhayangkara;
  • f. Memberi motivasi kepada anggota Saka Bhayangkara untuk membina dan mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya;
  • g. Meningkatkan pengetahuan, kecakapan dan pengalaman melalui berbagai pendidikan;
  • h. Mengikuti Orientasi Gerakan Pramuka;
  • i. Melaporkan pelaksanaan setiap kegiatan yang menjadi tugasnya kepada Pamong Saka Bhayangkara.

5. Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional
Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional mempunyai tugas dan tanggung jawab:
  • a. Membantu Kwartir Nasional dalam menentukan kebijakan mengenai pemikiran, perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  • b. Menyelenggarakan administrasi kepemimpinan Saka Bhayangkara;
  • c. Bersama Andalan Nasional yang terkait Kwartir Nasional Gerakan Pramuka memikirkan, merencanakan, melaksanakan, menilai kegiatan Saka Bhayangkara;
  • d. Melaksanakan program kegiatan Saka Bhayangkara yang telah ditentukan oleh Kwartir Nasional atau program yang telah ditentukan Saka Bhayangkaranya;
  • e. Membantu Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Tingkat Nasional untuk mengusahakan dana/anggaran dan saran lainnya guna mendukung kegiatan Saka Bhayangkara;
  • f. Membantu Kwartir Nasional melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  • g. Mengadakan hubungan dan kerjasama yang baik dengan instansi atau badan lain di tingkat Pusat yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara, melalui Kwartir Nasional;
  • h. Mengatur, mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan Saka Bhayangkara;
  • i. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan Kwartir Nasional tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  • j. Melaksanakan koordinasi dan bekerjasama antara Pimpinan Saka Tingkat Nasional lain atau disemua jajaran di wilayah kerjanya;
  • k. Bersama Andalan Nasional yang terkait atau Pusdiklatnas mengusahakan agar pimpinan, Pamong Saka dan Instruktur Saka dapat mengikuti pendidikan bagi orang dewasa dalam Gerakan Pramuka;
  • l. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka;
  • m. Merumuskan kebijakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara;
  • n. Mengajukan pendapat, saran dan usulan kepada Kwartir Nasional mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional;
  • o. Mengajukan program kerja Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional dan anggaran yang dibutuhkan kepada Kwartir Nasional;
  • p. Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

6. Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah
Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah mempunyai tugas dan tanggung jawab:
  • a. Membantu Kwartir Daerah dalam menentukan kebijakan mengenai pemikiran, perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  • b. Menyelenggarakan administrasi kepemimpinan Saka Bhayangkara;
  • c. Bersama Andalan Daerah Urusan Saka Kwartir Daerah Gerakan Pramuka memikirkan, merencanakan, melaksanakan, menilai kegiatan Saka Bhayangkara;
  • d. Melaksanakan program kegiatan Saka Bhayangkara yang telah ditentukan oleh Kwartir Daerah atau program yang telah ditentukan Saka Bhayangkaranya;
  • e. Membantu Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Tingkat Daerah untuk mengusahakan dana/anggaran dan saran lainnya guna mendukung kegiatan Saka Bhayangkara;
  • Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 21
  • f. Membantu Kwartir Daerah melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  • g. Mengadakan hubungan dan kerjasama yang baik dengan instansi atau badan lain di wilayahnya yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara, melalui Kwartir Daerah;
  • h. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan Saka Bhayangkara;
  • i. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan Kwartir Daerah tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  • j. Melaksanakan koordinasi dan bekerjasama antara Pimpinan Saka lain di Daerahnya atau disemua jajaran di wilayah kerjanya;
  • k. Bersama Andalan Daerah Urusan Latihan atau Pusdiklatda mengusahakan agar pimpinan, Pamong Saka dan Instruktur Saka dapat mengikuti pendidikan bagi orang dewasa dalam Gerakan Pramuka;
  • l. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka;
  • m. Melaksanakan kebijakan Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Nasional;
  • n. Mengajukan pendapat, saran dan usulan kepada Kwartir Daerah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah;
  • o. Mengajukan program kerja Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah dan anggaran yang dibutuhkan kepada Kwartir Daerah;
  • p. Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka.

7. Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang
Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang mempunyai tugas dan tanggung jawab:
  • a. Membantu kwartir cabang dalam menentukan kebijakan mengenai pemikiran, perencanaan dan petunjuk teknis tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  • b. Menyelenggarakan administrasi kepemimpinan Saka Bhayangkara;
  • c. Bersama Andalan Cabang Urusan Saka memikirkan, merencanakan, melaksanakan, menilai kegiatan Saka Bhayangkara;
  • d. Melaksanakan program kegiatan Saka Bhayangkara yang telah ditentukan oleh kwartir cabang atau program yang telah ditentukan Saka Bhayangkaranya;
  • e. Membantu Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Tingkat Cabang untuk mengusahakan dana/anggaran dan saran lainnya guna mendukung kegiatan Saka Bhayangkara;
  • f. Membantu kwartir cabang melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara;
  • g. Mengadakan hubungan dan kerjasama yang baik dengan instansi atau badan lain di wilayahnya yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara, melalui kwartir cabang;
  • h. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan Saka Bhayangkara;
  • i. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir cabang tentang kegiatan Saka Bhayangkara;
  • j. Melaksanakan koordinasi dan bekerjasama antara Pimpinan Saka lain di cabangnya atau disemua jajaran di wilayah kerjanya;
  • k. Bersama Andalan Cabang Urusan Latihan atau Pusdiklatcab mengusahakan agar pimpinan, Pamong Saka dan Instruktur Saka dapat mengikuti pendidikan bagi orang dewasa dalam Gerakan Pramuka;
  • l. Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara kepada kwartir cabang setempat;
  • m. Melaksanakan kebijakan Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Daerah;
  • n. Mengajukan pendapat, saran dan usulan kepada kwartir cabang mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang;
  • o. Mengajukan program kerja Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang dan anggaran yang dibutuhkan kepada kwartir cabang;
  • p. Pimpinan Saka Bhayangkara Tingkat Cabang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.

Demikian artikel kami tentang Tugas dan Tanggung Jawab Pimpinan, Pamong, Instruktur dan Mabi Saka Bhayangkara, semoga bermanfaat. Jika kakak ingin mendownload PP Saka Bhayangkara terbaru, silahkan kunjungi halaman ini :Petunjuk Penyelenggaraan (PP) Saka Bhayangkara - Download Pdf

Terimakasih atas kunjungan kakak ke blog Halo Pramuka, silahkan cari artikel menarik lainnya diblog ini. Salam Pramuka!

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon