Sunday, January 21, 2018

Memahami Peserta Didik dan Kebutuhannya

Kategori
A. Pentingnya Memahami Peserta Didik
Peserta didik dalam gerakan Pramuka adalah semua anggota Pramuka yang berusia 7 tahun sampai dengan 25 tahun yang digolong-golongkan kedalam Siaga (S), Penggalang (G), Penegak (T) dan Pandega (D).

Peserta didik tersebut memiliki sifat yang heterogen artinya bahwa antara peserta didik satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang tidak sama.

Kenyataan yang demikian harus diakui karena setiap peserta didik memiliki kemampuan, minat, bakat dan intelegensi yang berbeda. Dalam kondisi yang demikian tentunya setiap peserta didik memiliki daya tangkap, daya ingat, pola pikir dan ketrampilan yang berbeda. Karena itulah sebagai seorang Pembina perlu mamahami karakter setiap peserta didiknya serta kebutuhan apa yang diinginkan setiap peserta didiknya.

Pembina yang bijaksana adalah Pembina yang mampu berbuat dan bertindak secara arif dan bijaksana terhadap setiap peserta didiknya. Karena itu, seorang Pembina harus memahami kondisi setiap peserta didinknya beserta karakteristik yang dimilikinya.

Kunci utama yang harus dijadikan pegangan setiap Pembina adalah adanya suatu kesadaran yang mendalam bahwa setiap peserta didik yang satu dengan yang lainnya itu tidak sama, sehingga sangat wajar apabila dalam melaksanakan kegiatan Kepramukaan diperlukan yang berbeda. Demikian pula antara Pembina Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. Adanya perbedaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor diantaranya faktor usia, kondisi fisik, lingkungan, tersedianya sarana dan prasarana dan lain-lain.

Agar seorang Pembina dalam membina dapat berhasil maka Pembina harus melihat peserta didiknya bukan hanya sebagai sekedar obyek tetapi sekaligus memperlakukannya sebagai subyek. Dalam hal yang demikian maka Pembina harus pandai-pandai membuat kegiatan yang menarik dan menantang sehingga dapat menumbuhkan sifat kritis, kreatif, produktif dan inovatif sebagai peserta didiknya.

Pembina harus memberikan kesempatan yang seluas-luasnya pada peserta didiknya untuk mengembangkan segala potensi, bakat dan minat yang dimilikinya.


Dengan demikian secara singkat dapat dikatakan Pembina dalam semua kegiatan harus dapat memberdayakan peserta didik, dapat dilakukan dengan:
  • a. Memberikan kesempatan peserta didik untuk menciptakan kegiatan
  • b. Memberikan kepercayaan kepada peserta didik untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan
  • c. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan penilaian terhadap kegiatan yang dilaksanakan
  • d. Menumbuhkan jiwa peserta didik untuk peduli terhadap persoalan yang muncul di masyarakat dan selanjutnya berkarya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga :Apa Maksud Revitalisasi Gerakan Pramuka Itu? Baca Agar Kakak Tahu!

B. Karakteristik Peserta Didik

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa antara anak Siaga, Penggalang, Penegak, maupun Pandega memiliki karakteristik yang tidak sama baik secara fisik maupun psikis. Karena itu perlu memahaminya secara menyeluruh terhadap peserta didik baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.

Dalam uraian berikut akan dijelaskan karakteristik peserta didik secara rinci sebagai berikut:
a. Perkembangan Jiwa Siaga
  • 1) Ingin bersatu dengan teman sebaya (peer group),
  • 2) Masuk dunia permainan dan dunia kerja yang membutuhkan tenaga fisik misalnya memanjat pohon, berlari-lari, main tali, dll,
  • 3) Masuk dunia logika fikir dan akan yang membutuhkan pemikiran mencari sebab akibat.
  • Selengkapnya tentang karakter Siaga, baca: Sifat Karakter Pramuka Siaga (Kesiagaan) - Lengkap

b. Perkembangan Jiwa Penggalang
1) Untuk Penggalang Putri
  • a) Kurang suka bekerja, kecenderungan malas,
  • b) Suasana hati selalu murung, ini disebabkan terjadinya perkembangan biologis,
  • c) Kurang suka bergaul, menarik diri dari masyarakat.
2) Untuk Penggalang Putra
  • a) Merasa lekas lelah, tidak suka aktif, ini disebabkan perubahan biologis,
  • b) Kebutuhan untuk tidur nyenyak, suka bangun kesiangan,
  • c) Suasana hati tidak tetap, selalu kacau, merasa pesimis.

c. Perkembangan Jiwa Penegak
  • 1) Mencari pedoman hidup,
  • 2) Mencari nilai dalam masyarakat,
  • 3) Memuja idolanya,
  • 4) Suka bergaul, mencari berbagai kesibukan termasuk suka berorganisasi,
  • 5) Mencari kegiatan tradisional yang bernilai budaya.

d. Perkembangan Jiwa Pandega
  • 1) Paham akan mengadakan interaksi sosial yang sehat, mereka tidak egois,
  • 2) Paham akan cita-cita yang searah untuk pembentukan kecakapan dan ketrampilan,
  • 3) Dapat mengambil keputusam baik untuk diri sendiri maupun masyarakat,
  • 4) Dapat mengembangkan kepribadian bangsa dalam bidang rekreasi yang bersifat nasional,
  • 5) Dapat memenuhi kebutuhan primer,
  • 6) Dapat menghormati kaidah kegotong-royongan masyarakat dan hukum yang berlaku,
  • 7) Paham dan mengerti secara mendalam tentang Tuhan serta mematuhi ajaran agama yang dipeluknya.
Untuk itu, perlu sekali seorang pembina pandega mengetahui kegaiatn apa yang cocok untuk Pandega, silahkan baca: Contoh Kegiatan Pramuka Pandega

C. Sikap Pembina Menghadapi Peserta Didik yang Heterogen
Menghadapi keanekaragaman sifat dan sikap S, G, T, D, maka Pembina harus bersikap secara proporsional dan profesional. Cara membina Siaga sangat berbeda dengan Penggalang, begitu seterusnya.

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh Pembina, diantaranya:
  • a. Menumbuhkan rasa aman bagi peserta didik,
  • b. Memberikan penilaian secara kontinyu dan berkesinambungan,
  • c. Memiliki interaksi yang efektif dan efisien,
  • d. Dapat memenuhi kebutuhan fisik, psikis dan sosial bagi peserta didik,
  • e. Mampu memenuhi kemampuan kelompok,
  • f. Selalu kreatif dan inovatif,
  • g. Paham benar terhadap peserta didiknya.
  • Silahkan baca : Wahai Para Pembina Pramuka, Tetaplah Membina!

Sumber: Buku Kursus Mahir Dasar

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon