Pengembangan Jiwa Bela Negara Dalam Pramuka

A. Konsep Dasar Pengembangan Jiwa Bela Negara
Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan serta cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara.

Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasioanal diatas, maka ditempuh melalui jalur pendidikan diantaranya pendidikan non-formal yang didalamnya termasuk Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka adalah gerakan pendidikan Kepramukaan nasional Indonesia, merupakan satu-satunya badan yang melaksanakan pendidikan Kepramukaan bagi anak didik dan pemuda indonesia, dalam rangka membantu pemerintah daan masyarakat indonesia untuk membentuk kader-kader pembangunan yang siap melaksanakan pembangunan masyarakat, bangsa daan negara.


Dalam rangka itu, maka materi-materi dan maupun kegiatan-kegiatan dalam Kepramukaan mencangkup materi-materi yang saangat kompleks termasuk di dalamnya Bela Negara. Bela Negara dalam gerakan Pramuka merupakan tekad, sikap dan tinddakan para anggota Pramuka yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara indonesia serta berkeyakinan akan kesaktian pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan berkorban guna menindak setiap ancaman, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri, yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan Negara, serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Dalam rangka pelaksanaan bela Negara dalam Gerakan Pramuka maka dibuatlah Surat Kesepakatan bersama antara Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Menhankam RI Nomor 153 tahun 1986 dan Kep/12/IX/1986 tanggal 15 September 1986 tentang upaya peningkatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di lingkungan Gerakan Pramuka. Selanjutnya untuk merealisasikan SKB tersebut maka keluarlah surat edaran Menhankam RI nomor SE/007/M/III/1988 tanggal 1 Maret 1988, tentang pokok-pokok Upaya Penyelenggaraan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dan surat Keputusan Dirjen Persmanvet Dephankam nomor Sekp/08/IV/1990 tanggal 02 April 1990 tentang pengesahan Buku Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Pramuka nomor 028 tahun 1996 tentang pedoman pelaksanaan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dalam Gerakan Pramuka.

Adanya beberapa surat keputusan dan surat edaran tentang PPBN tersebut memberikan suatu petunjuk berupa pentingnya Bela Negara Khususnya bagi anggota Pramuka. Karena itu eksistensi Bela Negara semestinya tidak hanya berupa sebuah slogan, kata-kata mutiara saja akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengimplementasikanya dalam kegiatan Kepramukaan. Sehingga materi Bela Negara dapat menyatu dengan jiwa para angota Pramuka.

Untuk itu kiranya perlu dipahami terlebih dahulu tentang konsepsional mengembangkan jiwa Bela Negara dalam Gerakan Pramuka. Secara sederhana konsep mengembangkan jiwa Bela Negara dalam Gerakan Pramuk adapat dimaknai bagaimana menjadikan Bela Negara itu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam diri setiap anggota Pramuka. Sedangkan dealam pengertian yang lain mengembangkan jiwa Bela Negara dalam Gerakan Pramuka dapat pula diartikan sebagai upaya untuk menginternalisasikan Bela Negara dalam setiap anggota Pramuka yang dapat diwujudkan dalam bernagai sikap dan perilakunya dalam berbagai kegiatan-kegiatan Pramuka sesuai dengan tingkatan dan golongan masing-masing.

Baca juga :Apa Maksud Revitalisasi Gerakan Pramuka Itu? Baca Agar Kakak Tahu!

B. Peranan Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka dalam menyelenggarakan pendidikanya serta melakukan kegiatan mengacu pada prinsip dasar dan metode Kepramukaan. Eksistensi prinsip dan metode Kepramukaan inilah yang membedakan Gerakan Pramuka dengan organisasi-organisasi pemuda lainya.

Dalam Rangka menyelenggarakan kegiatanya yang berhubungan dengan bela Negara Gerakan Pramuka membuat suatu rencana kerja dan program kerja sesuai dengan dinamika perubahan jaman. Karena itu di dalam membuat desain kegiatan senantiasa disesuaikan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat, bangsa dan Negara. Misalnya dalam kondisi seperti sekarang ini dimana eksistensi Generasi Muda utamanya dihinggapi dengan berbagai persoalan, misalnya narkoba, pergaulan bebas, kekerasan, kurang peduli, dekadensi moral, serta melunturnya nilai dan semangat nasionalsime dan patriotisme dalam suatu tahap yang cukup kritis.

Menghadapi suatu keadaan yang demikian maka dalam membuat rencana kerja dan program kerja senantiasa didasarkan pada suatu skala prioritas. Karena itu prioritasnya adalah bagaimana membangun kembali semangat, jiwa, nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dikalangan kaum muda.

Gerakan Pramuka sebagai wadah Pembinaan Generasi muda harus meningkatkan perannya
dalam pendidikan Bela Negara yang meliputi:
1) Meningkatkan ketawaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2) Menumbuhkembangkan rasa cinta dan setia kepada tanah air
3) Menumbuhkembangkan sadar berbangsa dan bernegara
4) Menumbuhkembangkan akan kesaktian Pancasila
5) Menumbuhkembangkan rela berkorban untuk bangsa dan negara
6) Memberikan kemampuan awal Bela Negara

Melihat begitu pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam rangka bela negara, maka tugas utama yang harus dilakukan oleh Gerakan Pramuka adalah menginternalisasikan jiwa bela negara pada seluruh anggota Gerakan Pramuka. Untuk itu kegiatan-kegiatan Kepramukaan hendaknya diupayakan berintikan nilai-nilai yang ada dalam jiwa bela negara.

Sudah tahu kah kakak Visi Misi Gerakan Pramuka yang terbaru, jika belum silahkan baca Visi Misi Gerakan Pramuka (Berlaku Tahun 2014-2018 dan 2019)

C. Cara mengembangkan jiwa Bela Negara
Dalam rangka mengembangkan jiwa Bela Negara pada Peserta Didik perlu diciptakan kegiatan kegiatan

yang langsung menyentuh jiwa peerta didik terhadap berbagai hal yang bersangkut paut dengan materi bela negara. Untuk itu hendaknya setiap Pembina dapat mengembangkan materi Kepramukaan yang terintergred dengan materi Bela Negara dalam melaksanaakan kegiatan Kepramukaan. Kegiatan-kegiatan Kepramukaan yang lebih banyak menyentuh nilai dan semangat patriotisme dan nasionalisme hendaknya mendapatkan sekala priorits untuk ditingkatkan dngan cara memasukan kedalam setiap kegiatan Kepramukaan.

Untuk itu kuranya perlu dilakukan berbagai contoh kegiatan Kepramukaan yang terintergrasi dengan Bela Negara, misalnya:

1) Untuk Siaga dengan kegiatan : Karnava bineka tunggal ika, sosiodrama, pantomin, cerita kepahlawanan, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, mengenal lagu-lagu daerah, rumah adat, serta tarian daerah.

2) Untuk Pramuka Penggalang diantaranya dapat diberikankegiatan-kegiatan: Perkemahan (LT,Jambore), peringatan hari-hari pahlawan, berziarah kemakam pahlawan , mengunjungi musium, candi, dan tempat-tempat bersejarah lainya, penelusuran, routee pahlawan

3) Untuk Penegak dan pendega: kemah pengembaran, kemah bakti, peduli terhadap adanya musibah bencana alam, ikut serta mengatur lalu lintas, mengunjungi tempat-tempat bersejarah.

Sumber: Buku Kursus Mahir Dasar (KMD)

Demikian informasi yang Halo Pramuka sajikan, semoga dapat menjadi bacaan yang bermanfaat buat kakak semua. Terimakasih sudah berkunjung ke blog kami, dan seilahkan mencari artikel menarik lainnya
Pengembangan Jiwa Bela Negara Dalam Pramuka