Wednesday, December 13, 2017

Sifat Karakter Pramuka Siaga (Kesiagaan) - Lengkap

Kategori
Sebagai Pembina Pramuka Siaga dapat berperan sebagai pengganti orang tua mereka dan juga sebagai mitra bagi mereka, kita akan mewajibkan diri untuk betul-betul memahami Pramuka Siaga, agar dapat menciptakan hubungan kekeluargaan, untuk itu pembina Pramuka Siaga perlu memahami tentang Kesiagaan sebagai berikut:

1. Filosofi
Periode anak usia 7 tahun sampai 10 tahun merupakan kehidupan masa kecil yang indah dan menyenangkan. Anak anak usia ini memiliki sifat unik dan beragam yang pada dasarnya merupakan pribadi yang aktif dan tidak pernah diam.

Mereka senang dengan lingkungan sekitarnya pada umumnya sangat kreatif> Pada saat itu orang tua mulai melihat kepribadian dan penampilan putra putrinya yang mengharuskan mereka untuk memberikan perhatian yang lebih untuk perkembangan anaknya.

Orang tua dapat mengarahkan mereka untuk mengurangi sifatnya yang kurang positif melalui sosialisasi dalam kelompok kehidupan sebaya.

Kelompok tersebut hendaknya dapat menjamin tidak akan mengekang pribadinya, namun dapat mengendalikan egoismenya, dapat merasa memiliki teman, peduli dan dapat menampung sifat aktif dan kreatifnya.

Dengan kata lain kelompok dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pribadi anak meliputi area pengembangan spiritual, emosional, sosial dan intelektual serta fisiknya.

Hal yang cukup penting adalah anak-anak merasa nyaman dalam kehidupan bahagia dalam keluarganya.


Baca juga:
Proses dan Macam Macam Upacara Pelantikan Siaga

Di lingkungan Gerakan Pramuka kehidupan anak anak seusia ini dikelompokkan dalam kelompok kecil yang disebut dalam Barung, dan beberapa Barung dihimpun dalam Perindukan Siaga. Dalam perindukan, Pramuka Siaga dibina oleh Pembina Siaga yang memberikan pembinaan secara pribadi.

Baca dan juga Download SKU Siaga terbaru
Disini: SKU Pramuka Siaga Terbaru dan Download Pdf

2. Kiasan Dasar Pramuka Siaga
Kiasan dasar adalah ungkapan yang diberikan secara simbolik dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan, dan merupakan salah satu metode untuk mengembangkan imajinasi Siaga, mendorong kreatifitas dan keikutsertaanya dalam setiap kegiatan.

Kiasan dasar yang digunakan dalam kelompok Siaga antara lain:
  • Pramuka usia 7-10 tahun disebut Siaga. Nama siaga diambil dari kiasan dasar yang bersumber dari romantika perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dari penjajah belanda yaitu masa "Mensiagakan" rakyat yang merupakan awal dimulainya perjuangan baru yaitu pada tanggal 20 Mei 1908 
  • Sebutan tingkatan Pramuka Siaga terdiri atas: 
    • Siaga Mula, mengkiaskan tingkatan kecakapan mula-mula (awal) yang dimiliki oleh siaga 
    • Siaga Bantu, mengkiaskan kecakapan siaga yang dapat membantu pekerjaan-pekerjaan tertentu 
    • Siaga Tata, mengkiaskan tingkat kecakapan siaga yang diikutsertakan untuk menata karya kesiagaan. Menata karya artinya menyusun dan mengatur pekerjaan dengan rapi dan bersih.
Pada usia yang terhitung masih sangat muda kehidupan anak seusia Siaga masih berkisar seputar keluarga, yaitu kehidupan yang ada ayah dan ibu bahkan terkadang ada paman dan bibi yang tinggal bersama keluarganya. Keluarga merupakan pusat aktifitas bagi anak tersebut.

Pembinaan Pramuka Siaga dikiaskan sebagai kehidupan "Keluarga Bahagia", diman terdapat ayah, ibu paman dan bibi serta paman. Keluarga bahagia digambarkan sebagai keluarga yang harmonis, saling mencintai, bahagia, rukun dan saling tolong menolong. Mereka merupakan keluarga yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, hidup aman d an damai tanpa rasa takut.

Dalam pembinaan Siaga, keluarga bahagia ini dialihkan kelapangan tempat latihan Siaga di alam terbuka. Di tempat latihan juga ada "ayah" yang dipanggil Yanda, "ibu" yang dipanggil Bunda, "bibi" yang dipanggil Bucik dan "paman" yang dipanggil Pakcik. Pada golongan Siaga wadah pembinaanya disebut Perindukan Siaga sesuai dengan kiasan dasar bahwa siaga masih "menginduk" pada keluarganya.

3. Sifat Karakter Pramuka Siaga
Perkembangan kejiwaan anak usia Siaga perlu dihayati oleh pembinanya melalui pengenalan dan pemahaman sifat-sifat karakter. Sifat karakter Pramuka Siaga:

1. Sifat karakter yang positif antara lain:
  • Senang bermain, bergerak dan bekerja; 
  • Senang meniru, senang menghayal; 
  • Senang menyanyi, gemar mendengar cerita; 
  • Senang bertanya, ingin tahu, ingin mencoba; 
  • Senang pamer, senang disanjung, senang kejutan; 
  • Spontan, lugu, polos; 
  • Senang bersenda gurau dan lain-lain. 

2. Sifat karakter yang kurang positif antara lain:
  • Labil 
  • Emosional 
  • Egois 
  • Manja 
  • Mudah putus asa; 
  • Malu-malu 
  • Memerlukan perlindungan dan lain-lain.

Dengan memanfaatkan sifat karakter Siaga baik yang positif maupun yang kurang positif, Pembina mengemas kegiatan latihan di Perindukan antara lain dalam bentuk permainan yang penuh gerak, cerita, dongeng, nyanyian dan tari.

Bermain adalah dunia Pramuka Siaga. Bermain sebagai proses pendidikan merupakan alat utama pembinaan Siaga, dimana mereka dengan riang gembira, penuh semangat dan penuh kebebasan, giat melibatkan diri dalam kegiatan permainan

4. Sifat Kegiatan
Pembina mengemas kegiatan latihan dan permainan yang menarik dan menyenangkan. Sifat kegiatannya adalah modern, bermanfaat dan taat/setia azas.
  • Modern yang berarti menantang, kreatif, inovatif, mandiri sesuai dengan kepentingan/kebutuhan/situasi dan kondisi dan menjaman. 
  • Bermanfaat berarti bermanfaat bagi dirinya, lingkungan dan masyarakat sekitarnya. 
  • Setia/Taat azas berarti dalam pelaksanaan kegiatan selalu berlandaskan pada Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan
Kegiatan di Perindukan Siaga terdiri atas kegiatan mingguan dan latihan besar bersama. Materi mingguan dan kegiatan bersama mengacu pada materi SKU. Acara latihan mingguan hendaknya didahului dengan upacara pembukaan latihan, dan dilanjutkan dengan kegiatan yang ramai/riang, kegiatan tenang diselingi dengan nyanyian atau tarian, dongeng , cerita dan diakhiri dengan upacara penutupan latihan.

Kegiatan bersama merupakn kegiatan yang dilaksanakan bersama dengan perindukan-perindukan dari beberapa gugus depan . Kegiatan tersebut dapat berbentuk perkemahan yang dilaksanakan . sehari, yang disebut persami. Kegiatannya dapat berupa bazaar, karnaval atau lomba. 

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa siaga harus merasa senang, nyaman dan aman serta kegiatan tersebut dapat berulang. Bagi pembina, wahana ini digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan pendidikan kepramukaan di Perindukan Siaga masing-masing.
Kegiatan adalah alat untuk mencapai tujuan, oleh karena itu harus disusun secara menarik dan mendukung pendidikan, menantang, progresif dan dibungkus dalam bentuk permainan, cerita khayal atau nyanyian.

Pembinaan siaga sifatnya secara pribadi, bukan kelompok atau klasikal. Setiap pembina harus mengetahui sifat dan pribadi masing-masing peserta didiknya. Oleh karena itu untuk memudahkan pembinaan pramuka Siaga dalam perindukan dibagi menjadi kelompok kecil dengan jumlah peserta didik tidak lebih dari 6 sampai 8 peserta didik.

5. Organisasi Perindukan Siaga

a. Perindukan Siaga
  • 1) Perindukan Siaga merupakan satuan peserta didik yang berusia antara 7-10 tahun, idealnya terdiri antara 18-24 Pramuka Siaga. 
  • 2) Perindukan Siaga dibagi dalam satuan kecil yang disebut Barung, masing- masing terdiri dari 6 -8 orang. Dalam kelompok kecil ini Pramuka Siaga dapat belajar memimpin, dipimpin, bertanggungjawab, berorganisasi, dan bekeijasama dengan bantuan pembinanya. 
  • 3) Pembentukan barung dilakukan oleh para Pramuka Siaga dengan bantuan Pembina dan Pembantu Pembina Siaga. 
  • 4) Setiap barung memakai nama barung yang dipilih sendiri oleh anggota barung. Barung putera maupun barung putri menggunakan nama “warna” (hijau, putih, biru, coklat, dan lain sebagainya.)
b. Pemimpin Pramuka Siaga
  • 1) Pemimpin Barung dipilih oleh dan dari para anggota barung dengan bantuan pembina dan Pembantu Pembina Siaga.
  • 2) Pemimpin Barung menunjuk Wakil Pemimpin Barung dari anggota barung.
  • 3) Barung dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung secara bergilir.
  • 4) Para pemimpin barung memilih salah seorang di antara pemimpin barung sebagai Pemimpin Barung Utama di tingkat perindukan yang dipanggil Sulung.
c. Dewan Siaga
Untuk pendidikan kepemimpinan para Pramuka Siaga, dibentuk Dewan Perindukan
Siaga disebut Dewan Siaga.

  • 1) Dewan Siaga beranggotakan dari seluruh anggota perindukan.
  • 2) Ketua Dewan Siaga adalah Sulung.
  • 3) Pertemuan Dewan Siaga diadakan sekurang-kurangnya tiga bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhan program.
  • 4) Acara pertemuan Dewan Siaga adalah membahas hal-hal tertentu seperti memilih kegiatan yang diusulkan oleh Pembina Siaga, mengurus dan mengatur kegiatan perindukan dan menjalankan keputusan- keputusan yang diambil dewan termasuk pemberian penghargaan. Pertemuan bersifat formal.
d. Pemimpin Perindukan
  • 1) Perindukan dipimpin oleh Pembina Putri yang disebut Bunda atau Pembina Putra yang disebut Yanda, dibantu oleh Bucik atau Pakcik. 
  • 2) Dalam pembinaan, Siaga puteri dibina oleh Pembina Puteri, Siaga Putera, dibina oleh Pembina putera atau Pembina puteri, Pembina putera tidak diperkenankan membina Siaga puteri. 

Demikian artikel tentang Pembinaan Pramuka Siaga (Kesiagaan) dan Sifat Karakter Pramuka Siaga - Lengkap!

Terus ikuti update dinformasi yang bermanfaat hanya di infojempol. Terimasih atas kunjungannya dan share artikel ini agar menjadi semakin bermanfaat.

Referensi :
-Buku KMD Kwanas Gerakan Pramuka
-Panduan penyelesaian SKU Golongan Siaga

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon