Peran Pembina Pramuka Pandega

1. Pembina Pramuka Pandega dalam upaya membantu menyelesaikan SKU Pramuka Pandega berperan sebagai konsultan, motivator dan dinamisator.

2. Pembina sebagai konsultan menerapkan pendekatan kemitraan antara Pembina dengan Pramuka Pandega sebagai mitra bakti, untuk membangun masyarakatnya.

3. Pembina sebagai konsultan, menerapkan pendekatan Sistem Among, yang dititikberatkan pada pendekatan “Tut Wuri Handayani”.

4. Presentasi aplikasi penerapan Sistem Among dari Pembina kepada Pandega, “Ing Ngarso Sung Tulodo” 20%, “Ing Madyo Mangun Karso” 20%, “Tut Wuri Handayani” 60%.


5. Pembina sebagai anggota Dewan Kehormatan Racana berfungsi sebagai penasehat yang objektif dan bijaksana, sehingga dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi peserta didik, dengan penuh rasa percaya diri.

Jika kakak adalah seorang Pembina Pramuka Pandega, 
Silahkan kakak baca ini
Panduan Penyelesaian SKU Pramuka Pandega - Terbaru (Download Pdf)

6. Dalam upaya membina dan mengembangkan bakat, minat dan keinginan peserta didik, perlu disusun program kegiatan yang didasarkan pada prinsip, dari untuk dan oleh Pramuka Pandega dengan bimbingan pembinanya.

7. Untuk memotivasi Pramuka Pandega, Pembina wajib mengadakan pendekatan perorangan secara manusiawi dengan proses pendekatan silih asah, silih asih, silih asuh, sehingga peserta didik mampu memecahkan masalahnya sendiri.

8. Pembina sebagai motivator, wajib menjadi contoh teladan dalam ucapan, sikap, dan perilaku. Menunjukkan semangat berusaha yang optimal dan memberikan jalan keluar mengatasi masalah dengan suasana rukun, damai dan bersahabat. Mengembangkan rasa persatuan, kesatuan, kerjasama yang saling menghormati dan menghargai antara sesama anggota Racana.

9. Pembina sebagai dinamisator, wajib senantiasa menunjukkan perilaku tegar, optimis dan percaya diri, sehingga kreatif dan inovatif dalam menghadapi kendala untuk menyelesaikan SKU sesuai jadwal yang ditentukan oleh calon Pandega.

10. Pembina wajib menerapkan upaya yang sungguh-sungguh untuk menyukseskan program latihan Pandega dengan mengadakan studi kelayakan dan observasi yang cermat dalam menerapkan “manajemen resiko”.

Baca juga : Sifat Kegiatan dan Karakter Usia Pramuka Pandega

11. Pembina sebagai konsultan, wajib memberikan kepercayaan secara penuh kepada Pemimpin Reka dan Dewan Pandega untuk menyusun program, melaksanakan dan mengevaluasi, serta mau mendengar permasalahan peserta didik dan memberi alternatif dalam pemecahan masalah, sehingga calon Pandega dapat mengambil keputusan.

12. Evaluasi dari Pembina berupa saran dan kritik yang membangun serta standarisasi kompetensi dalam proses penyelesaian SKU Pramuka Pandega wajib dibuat secara transaparan dan terukur.

Demikian Artikel kami tentang peran seorang Pembina Pandega yang Halo Pramuka kutip dari Buku Penyelesaian SKU Pandega. Dan hingga saat ini buku tersebut merupakan buku edisi terbaru yang dikeluarkan Kwarnas dengan SK Nomor 119 tahun 2011.

Terimakasih kunjungan kakak, dan semoga bermanfaat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon