Materi SKU Pramuka Siaga Terbaru Tentang Pengembangan Sosial

Pengembangan Sosial adalah pengembangan pribadi yang berkaitan dengan saling ketergantungan dengan orang lain dan membangun kemampuan untuk bekerjasama serta memimpin.

Baca dan juga Download SKU Siaga terbaru :SKU Pramuka Siaga Terbaru dan Download Pdf

Manusia senantiasa mempunyai naluri yang kuat untuk hidup bersama dengan sesamanya. Naluri ini sudah ada semenjak manusia lahir ke dunia sehingga manusia di sebut makhluk sosial. Manusia tidak akan mungkin hidup sendiri tanpa manusia lainnya. Manusia yang “dikurung” sendirian disuatu ruangan tertutup, pasti akan mengalami gangguan pada perkembangan pribadinya.

Untuk hidup di masyarakat seseorang perlu berinteraksi dengan orang lain, harus dapat berkomunikasi dengan baik, menghargai orang lain bekerjasama dan mentaati aturan-aturan yang berlaku.

Dalam pengembangan sosial, Pramuka Siaga diharapkan mampu:
  • berkomunikasi dengan anggota keluarganya, teman sebaya maupun orang lain. 
  • menghargai orang lain. 
  • bekerjasama. 
  • berperan dalam Barung, Perindukan maupun kelompok. 
  • sebagai warga Negara Indonesia yang patuh. 

Dalam berkomunikasi, Siaga hendaknya dapat menyampaikan pikiran, pendapat, perasaan dan sikapnya sehingga orang lain dapat menangkap informasi dengan baik seperti yang dimaksudkan. Komunikasi dengan teman dan komunikasi dengan orang yang lebih tua ataupun yang lebih muda akan berbeda caranya, baik itu dari segi bahasa maupun dari cara menyampaikan pesannya. Siaga berkomunikasi biasanya dilakukan di rumah, di sekolah, dan di perindukan pada waktu latihan. Hubungan melalui komunikasi harus didukung oleh perilaku disiplin agar hubungan tetap langgeng adanya.

Disiplin dapat ditumbuhkan dan dibina melalui latihan, pendidikan atau penanaman kebiasaan dengan keteladanan-keteladanan tertentu, yang dimulai dari keluarga, pada masa kanak-kanak dan terus tumbuh berkembang sehingga perilaku disiplin tersebut menjadi kebiasaan yang positif.

Siaga yang sudah memiliki perilaku disiplin akan merasa bersalah jika tidak berbuat disiplin. Dimanapun Siaga berada selalu ada aturan-aturan yang harus ditaati dengan disiplin pramuka,

Sebagai makhluk sosial Pramuka Siaga merupakan bagian/anggota dari keluarga, barung, perindukan, murid di sekolah, warga di RT, RW, dan bagian dari negara/bangsa. Siaga harus mengetahui dan mentaati aturan yang ada di kelompok tersebut.

Baca : Sifat Karakter Pramuka Siaga (Kesiagaan) - Lengkap

1) Sebagai anggota keluarga
Setiap keluarga memiliki aturan-aturan yang harus dilakukan atau ditaati oleh anggota keluarganya termasuk Siaga sebagai anggotanya. Aturan keluarga tersebut antara lain:
  • mencium tangan ayah dan ibu jika berpamitan pergi keluar rumah;
  • mengucapkan salam jika datang atau masuk rumah;
  • membersihkan kamar dan tempat tidur segera setelah bangun pagi;
  • mencuci piring dan gelas sendiri yang telah dipakai;
  • membuang sampah pada tempatnya;
  • jika pulang sekolah meletakkan peralatan sekolah pada tempatnya.

2) Sebagai anggota masyarakat/lingkungan.
Aturan lingkungan yang harus ditaati dan dilaksanakan antara lain :
  • bersikap ramah dan peduli dengan tetangga;
  • sebulan sekali mengikuti kegiatan kerja bakti di kampungnya;
  • menengok tetangga jika ada yang sakit atau bertakjiah jika ada yang meninggal;
  • melakukan ronda secara bergilir;
  • menyerahkan beras “jimpitan” sebulan sekali untuk membantu yang memerlukan.

3) Sebagai anggota Perindukan dan Barung mempunyai aturan yang digunakan sebagai alat untuk menanamkan disiplin antara lain:
  • mengikuti latihan diperindukan minimal 12 kali untuk tiap tingkatan; 
  • lima menit sebelum latihan siaga sudah siap ditempat latihan; 
  • secara bergiliran menyiapkan peralatan dan tempat latihan; 

4) Sebagai anggota/murid di sekolah antara lain:
  • mengikuti upacara bendera setiap hari senin; 
  • tidak boleh terlambat datang ke sekolah (misalnya jam 07.00 pelajaran sudah dimulai); 
  • rambut untuk murid laki-laki tidak boleh melebihi kuping (harus pendek); 
  • murid perempuan yang mempunyai rambut panjang harus diikat atau dikepang;sepatu harus hitam dan memakai kaos kaki warna putih; 
  • baju harus dimasukan ke dalam celana atau rok, dan lain-lain. 

Selain mengetahui aturan dan mentaati, Siaga juga harus mengetahui apa akibat/sangsinya apabila melanggar aturan tersebut.

5) Sebagai warga negara Indonesia
Sebagai warga negara Indonesia, Pramuka Siaga harus memahami lagu kebangsaan dan lagu wajib nasional, bendera merah putih, mengenal hari besar nasional dan hari besar keagamaan, adat istiadat dan budaya daerah.

Lagu KebangsaanLagu kebangsaan Indonesia adalah “Indonesia Raya” yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman.

Syair lagu Indonesia Raya:
Stanza I
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku, rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya.

Reffrein:
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza II
Indonesia Tanah yang mulya
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berada
Untuk s’lama-lamanya

Indonesia tanah pusaka
Pusaka kita semuanya
Marilah kita berdoa
Indonesia bahagia!

Suburlah tanahnya suburlah jiwanya
Bangsanya rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya

Reffrein:
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya, merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza III
Indonesia tanah yang suci
Tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri
M’njaga ibu sejati

Indonesia tanah berseri
tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
Indonesia Abadi

Selamatlah rakyatnya, s’lamatlah putranya
Pulaunya, lautnya, semuanya
Majulah negerinya, majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya

Refrein:
Indonesia Raya merdeka merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta
Indonesia Raya merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya.

Pada saat diperdengarkan lagu kebangsaan dalam sebuah upacara bendera, siaga harus berdiri dengan sikap sempurna memberikan salam hormat kepada bendera (jika tidak diminta petugas untuk ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya) atau dengan berdiri dengan sikap sempurna dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sejarah lagu kebangsaan Indonesia
Dalam kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 terdapat peristiwa yang sangat penting artinya untuk mengisi kemerdekaan kita yaitu untuk pertama kalinya diperdengarkan kepada umum Lagu Indonesia Raya oleh pengarangnya sendiri yaitu Wage Rudolf Supratman. Hadirin terpesona akan semangat dan isi serta irama lagu itu. Kongres memutuskan; Lagu “Indonesia Raya” ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan.

Tujuh belas tahun kemudian yaitu tahun 1945 setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, lagu “Indonesia Raya” diresmikan dalam UUD 1945 sebagai lagu kebangsaan Republik Indonesia, dan ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.

Bendera Merah Putih
Bendera kebangsaan Indonesia adalah Merah Putih dengan sebutan “Sang Merah Putih”. Bendera merupakan sebuah tanda kehormatan bagi bangsa, oleh karena itu harus dijaga dan dihormati. Setiap keluarga sebagai warga Negara Indonesia harus memiliki bendera karena pada saat-saat tertentu bendera tersebut harus dikibarkan di depan rumah setiap warga. Bendera harus dirawat, dicuci diseterika dan disimpan dengan baik ditempat yang mudah dicari.

Dalam upacara pada saat Bendera Merah Putih dinaikkan para peserta upacara harus berdiri tegap memberikan penghormatan, jika pesertanya Pramuka atau anggota militer wajib memberikan hormat dengan mengangkat tangan kanan dan meletakkan jari telunjuk dipelipis dengan posisi telapak tangan menghadap miring kebawah.

Perindukan memiliki Bendera Merah Putih yang disebut “Pusaka Perindukan”. Bendera tersebut dikibarkan pada saat latihan di Perindukan.

Bendera bangsa Indonesia mempunyai dua warna yaitu merah dan putih. Merah artinya berani dan putih artinya suci. Maksud berani adalah bangsa Indonesia itu berani karena benar. Kita berani melawan siapapun yang menyerang negara kita.

Dalam mengadakan perlawanan, hati kita harus tetap suci. Suci karena untuk membela negara, bangsa dan agama. Kita tidak akan memerangi bangsa lain kalau tidak diserang. Kita berani menegakkan negara dan bangsa. Dengan hati suci kita berani menegakkan keadilan.

Sejarah Bendera Merah Putih
Penggunaan lambang merah putih telah sejak lama dilakukan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Beberapa bukti penggunaan warna merah putih dapat diungkapkan antara lain:

Masa Kerajaan Singosari
Penggunaan umbul-umbul atau bendera merah putih oleh Jayakatwang ketika berperang melawan R. Wijaya dan ketika berperang melawan kekuasaan Kertanegara dari kerajaan Singosari (1222-1292).

Sejarah tersebut seperti tertulis dalam kitab Jawa kuno berangka tahun 1216 Caka (1254 Masehi).

Masa Kerajaan Majapahit

Mpu Prapanca di dalam kitab Negara Kertagama menceritakan tentang bahwa pada masa pemerintahan Hayam Wuruk di kerajaan Majapahit tahun 1350-1389 M telah digunakannya warna merah putih sebagai warna yang dimuliakan. Warna-warna tersebut digunakan diantaranya:
dalam upacara hari kebesaran kerajaan;
gambar-gambar yang dilukiskan pada kereta-kereta kerajaan yang menghadiri hari kebesaran;

Kerajaan Minangkabau
-Dalam suatu kitab Tembo Alam Minangkabau yang disalin pada tahun 1840 dari kitab yang lebih tua terdapat gambar bendera alam Minangkabau, berwarna merah putih hitam. Bendera ini merupakan pusaka peninggalan jaman kerajaan Melayu-Minangkabau dalam abad ke 14, ketika Maharaja Adityawarman memerintah (1340-1347). Warna merah-putih-hitam tersebut mengandung makna perwalian para pejabat kerajaan yaitu; warna merah = warna hulubalang (yang menjalankan perintah) warna putih = warna agama (alim ulama) dan warna hitam = warna adat Minangkabau (penghulu adat).

-Di Kraton Solo terdapat pusaka berbentuk bendera Merah Putih peninggalan Kyai Ageng Tarub, putra Raden Wijaya, yang menurunkan raja-raja Jawa.

-Dalam Babad Tanah Jawa yang bernama Babat Mentawis (Jilid II hal 123) disebutkan bahwa ketika Sultan Agung berperang melawan negeri Pati. Tentaranya bernaung di bawah bendera merah putih “Gula Kelapa”. Sultan Ageng memerintah tahun 1613-1645.

Juga di bagian lain dari kepulauan Indonesia terdapat bendera yang berwarna Merah Putih, misalnya di Aceh, Palembang, Maluku dan sebagainya meskipun sering dicampuri gambar-gambar lain.

Warna merah putih dikenal pula dengan sebutan warna Gula Kelapa. Warna Merah Putih disebut Gula Kelapa tidak berarti “Merah” lambang gula dan “Putih” lambang buah nyiur yang telah dikupas.

-Pada tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jalan Proklamasi) Jakarta, atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Sesaat kemudian bendera kebangsaan merah putih dikibarkan di gedung Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Bendera merah putih berkibar untuk pertama kalinya di bumi Indonesia Merdeka.

6) Hari-hari Besar Agama dan Hari Besar Nasional.

Hari-hari besar agama.
Setiap Siaga tentu memiliki agama, karena merupakan salah satu syarat menjadi pramuka. Syarat ini tersirat dalam Dwisatya yang telah diucapkan pada saat Siaga dilantik menjadi Pramuka Siaga (Mula).

Oleh karena itu sebaiknya setiap Siaga mengetahui hari-hari besar agama minimal agama yang dianutnya.
  • Hari besar agama Islam antara lain: Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Isra Mi’raj. 
  • Hari besar agama Kristen antara lain: Natal, Paskah, Jum’at Agung. 
  • Hari besar agama Katolik antara lain : Natal dan Paskah. 
  • Hari besar agama Hindu antara lain: Hari Raya Galungan, Hari Raya Kuningan, Hari Raya Saraswati, Hari Raya Banyupinaruh, Hari Raya Pagerwesi. 
  • Hari besar agama Budha antara lain: Hari Raya Waisak, Hari Raya Kathina, Hari Raya Asadha, Hari Raya Magda Puja. 

Hari –hari besar nasional
  • Pemerintah telah menetapkan hari-hari nasional antara lain: 
  • Hari Kartini tanggal 21 April 
  • Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 
  • Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei 
  • Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 
  • Hari Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 
  • Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 
  • Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 
  • Hari Pahlawan tanggal 10 November 
  • Hari Ibu tanggal 22 Desember 

7) Pahlawan Nasional
Siaga wajib tahu dan mengenal sejarah bangsa Indonesia dan para pahlawannya. Pesan yang sangat berharga dari Bapak Ir Soekarno, Presiden R.I yang pertama berbunyi sebagai berikut “ Jangan Sekali-Kali Meninggalkan Sejarah” dan

“Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Dapat Menghargai para Pahlawannya”. Kedua pesan ini saling berkaitan, bagi Siaga artinya: pengetahuan tentang sejarah Indonesia atau bangsa Indonesia perlu dipelajari termasuk sejarah perjuangan para pahlawan sebagai pelopor bangsa yang disegani oleh bangsa lain. Perjuangan dan pengabdian para pahlawan dapat menjadi suri tauladan baik bagi Siaga.

Siapa yang tidak kenal Pangeran Diponegoro? Beliau adalah pahlawan bangsa yang melawan penjajah, karena Belanda ingin menjajah bangsa Indonesia. Perlawanan Pangeran Diponegoro terus menerus tiada hentinya sampai beliau wafat. Pahlawan lain di masa penjajahan Belanda adalah Fatahilah, Hasanudin, Raden Patah dan masih banyak lagi.

Pada masa itu, bangsa Indonesia tetap berjuang melawan, tetapi dengan cara yang berbeda. Pejuang-pejuang bangsa kita menginginkan bangsa Indonesia menjadi pintar, untuk itu didirikannya sekolah-sekolah swasta, organisasi-organisasi, gerakan-gerakan pemuda dan juga didirikan organisasi kepanduan yang sekarang disebut Pramuka. Organisasi yang pertama mempersatukan bangsa Indonesia ialah Budi Utomo. Organisasi pemuda menjadi satu organisasi yang besar. Persatuan Pemuda mencetuskan Sumpah Pemuda. Pada zaman ini pahlawan-pahlawan bangsa disebut Perintis Kemerdekaan.

Pahlawan Perintis Kemerdekaan antara lain adalah Tjokroaminoto. Ir. Soekarno (presiden RI yang pertama), Dr. Muhamad Hatta, H. Agus Salim, Gatot Mangkupradja, R.A. Kartini, Dewi Sartika.

Pada waktu pecah perang revolusi pelopor-pelopornya antara lain Sutan Syahrir, Mr. Muhamad Roem, dan lain-lain. Tokoh-tokoh ini langsung berhadapan dengan Belanda pada waktu “Konperensi Meja Bundar” dan Musyawarah “Renville”. Beliau-beliau adalah para pahlawan yang disegani oleh musuh.

8) Budaya dan adat

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan beraneka ragam budaya yang merupakan kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya.

Keanekaragaman budaya inilah yang merupakan salah satu daya tarik bagi para turis/wisatawan asing datang ke Indonesia.

Sebagai bangsa yang berbudaya perlu mengetahui dan mengenal keaneka ragaman budaya suku-suku bangsa yang ada di Indonesia untuk dapat saling menghargai dan memelihara budaya bangsa.

Pramuka Siaga, perlu mengetahui dan mengenal seni budaya di lingkungannya, seperti lagu daerah, tarian daerah ataupun upacara adat yang biasa dilakukan oleh lingkungannya.

Lagu-lagu daerah, antara lain:
  • Ambon Manise (Maluku) 
  • Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan) 
  • Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur) 
  • Angin Mamiri (Sulawesi Selatan) 
  • Anju Ahu (Sumatera Utara) 
  • Apuse (Papua) 
  • Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat) 
  • Ayo Mama (Maluku) 
  • Bapak Pucung (Jawa Tengah) 

Tarian daerah, antara lain:
  • Tari Saman, Seudati dan Seudati Ratoh (Aceh) 
  • Tari Tor-tor, Terang Bulan, Tari Ngari-ngari (Sumatera Utara) 
  • Tari Piring, Baralek Gadang, Indang Minangkabau (Sumatera Barat) 
  • Tari Pembubung, Sinar, Lenggang Melayu (Riau) 
  • Tari Persembahan, Madah Gurindam, Tabal Gempita (Kepulauan Riau) 
  • Tari Rentak Bersapih, Kipas Keprak, Tauh (Jambi) 
  • Tari Kelindan Sumbay, Kipas Linggau, Pagar Pengantin (Sumatera Selatan) 
  • Tari Tincak Gambus, Taluput (Bangka Belitung) 
  • Tari Ganau (Bengkulu) 
  • Tari Ngelajau, Sembah, Badana (Lampung) 
  • Tari Prajurit, Rampak Bedug (Banten) 
  • Tari Topeng Putri, Cokek, Betawi (Jakarta) 
  • Tari Topeng, Jaipong, Dewi (Jawa Barat) 
  • Tari Merak, Gambyong, Sintren (Jawa Tengah) 
  • Tari Srimpi, Bedhoyo Ketawang, Ngigel, Kumbang (Yogyakarta) 
  • Tari Jejer Gandrung, Reog Ponorogo, Gandrung Dor (Jawa Timur) 
  • Tari Radap Rahayu, Dayak (Kalimantan Barat) 
  • Tari Mandau, Dayak Ngaju, Giring Giring (Kalimantan Tengah) 
  • Tari Radap Rahayu (Kalimantan Selatan) 
  • Tari Gong Mandau, Pahlawan, Kayau (Kalimantan Timur) 
  • Tari Maengket, Tumatenden, Katrili (Sulawesi Utara) 
  • Tari Dana-Dana (Gorontalo) 
  • Tari Dero Poso (Sulawesi Tengah) 
  • Tari Lulo, Balumpa, Blumpa Wawini (Sulawesi Tenggara) 
  • Tari Ganrang Bulo, Pakkuru Sumanga, Sirih Pinang (Sulawesi Selatan) 
  • Tari Belibis. Manuk Rawa, Puspajanli, Pendet, Kecak (Bali) 
  • Tari Presean (Nusa Tenggara Barat) 
  • Tari Jai, Cerana (Nusa Tenggara Timur) 
  • Tari Cakalele, Katereja Lompat Gaba-Gaba, Manari (Maluku) 

Upacara Adat
  • Malam Bainai dari Sumatera Barat 
  • Ruwatan dari Jawa 
  • Ngaben dari Bali 
  • Nujuh Bulan dari Jawa dan daerah lainnya. 
  • Tedak siti (turun tanah) dari Jawa, dan lain-lain. 

Sumber : Buku Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Siaga

Untuk download Buku Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Siaga berformat Pdf, kakak bisa melakukannya melalui halaman ini: Panduan Penyelesaian SKU Pramuka Siaga Terbaru - Lengkap (Download Pdf)

Notes :
Hingga artikel ini dibuat, Materi SKU Pramuka Siaga tentang Pengembangan Sosial ini merupakan materi terbaru berdasarkan SK Kwarnas nomor: 199 tahun 2011.
Jika dikemudian hari Kwarnas mengeluarkan Buku Panduan Penyelesaian SKU Siaga versi terbarunya. Halo Pramuka akan menginformasikannya dan meng update nya dalam halaman ini.

Demikian artikel yang dapat kami sajikan, semoga bermanfaat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon