Materi SKU Pramuka Siaga Terbaru - Pengembangan Emosional

Dalam pengembangan ini Pramuka Siaga mendapatkan kesempatan mengenali, memahami dan mengungkapkan nilai-nilai kepramukaan. Belajar mengendalikan kepekaan yang berlebihan, mengatasi rasa malu, rasa tidak aman dan sifat memberontak.

Semua orang tentu memiliki perasaan dan emosi yang berbeda. Ada yang perasaannya halus dan emosinya stabil sehingga dalam pengungkapannya terlihat rapih teratur dan santun. Ada juga yang sebaliknya. Kedua perasaan dan emosi yang berbeda ini dapat dilatih untuk menjadi positif.

1) Dwisatya dan Dwidarma
Dwisatya dan Dwidarma adalah inti dari Kode Kehormatan Pramuka Siaga yang merupakan pedoman untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik di keluarga, di perindukan maupun dalam pergaulan di masyarakat.

Dwisatya.
Dwisatya adalah janji yang harus diucapkan oleh calon Siaga pada saat yang bersangkutan dilantik menjadi Pramuka. Setelah mengucapkan Dwisatya ia menjadi seorang Pramuka, menjadi saudara semua Pramuka di tanah air dan bahkan menjadi saudara Pramuka seluruh dunia.

Isi Dwisatya:
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh- sungguh,
  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga. 
  2. Setiap hari berbuat kebaikan.
gambar : siaga salaman dengan pembina
Baca dan juga Download SKU Siaga terbaru
SKU Pramuka Siaga Terbaru dan Download Pdf

Siaga yang sudah mengucapkan Dwisatya, wajib mematuhi dan melaksanakannya. Ia wajib patuh menjalankan kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama yang dipeluknya, saling menghargai teman yang menjalankan ibadah dan tidak memilih teman karena perbedaan agama, suku atau materi yang dimiliki. Siaga juga berkewajiban terhadap tanah air dan menurut aturan keluarga serta aturan ayah dan bunda di rumah dan di perindukannya.

Setiap hari berusaha untuk berbuat kebaikan, misalnya:
Membantu pekerjaan ibu/ayah di rumah dengan iklas antara lain membersihkan kamar tidurnya, menyapu, mencuci piring.

Memberikan kesempatan pertama kepada orang tua untuk duduk di kursi bus jika keadaan bus sedang penuh.

Dwidarma.
Dwidarma adalah ketentuan moral yang menjadi pedoman hidup bagi Siaga. Dwidarma diucapkan pada saat upacara pembukaan latihan di perindukan.

Isi Dwidarma:
1. Siaga itu patuh pada ayah dan ibundanya.
2. Siaga itu berani dan tidak putus asa.

Sejak sebagai calon Siaga hendaknya ditanamkan dan dibiasakan untuk patuh kepada ayah dan bundanya baik di rumah maupun di perindukan.

Siaga harus berani karena benar, tidak boleh takut menyampaikan pendapat untuk kebenaran. Siaga tidak boleh putus asa, selalu berusaha dengan sungguh disertai dengan doa dan niat baik agar usahanya dapat berhasil.

Kode Kehormatan tersebut harus dihafal oleh Siaga dan dijelaskan oleh Pembina untuk hayati dan diamalkan oleh Siaga sebagai pedoman hidupnya.

2) Salam Pramuka

Sejak usia Siaga hendaknya dikembangkan kepribadian dan sopan santun yang ramah tamah. Kebiasaan yang baik ini perlu ditanamkan dan ditumbuhkan kepada Siaga. Salah satu kebiasaan tersebut adalah memberikan salam kalau bertemu atau meninggalkan seseorang. Di lingkungan kepramukaan kebiasaan baik ini disebut sebagai memberikan salam Pramuka,

Caranya adalah dengan mengangkat telapak tangan kanan sampai ujung telunjuk menempel pelipis, sedang posisi telapak tangan agak miring menghadap ke depan. Salam Pramuka dilakukan dengan lima jari adalah karena azas Gerakan Pramuka adalah Pancasila.

Jenis salam Pramuka adalah salam kepada sesama teman sebaya, salam kepada kakak pramuka, salam kepada Pembina, salam kepada Presiden, salam kepada Sang Merah Putih, dan salam kepada jenasah. Pada prinsipnya sikap memberi salam adalah sama yaitu berhenti, berdiri tegap dan mengangkat tangan sesuai dengan ketentuan. Selain itu ada salam yang diucapkan “ Salam Pramuka !” dan dijawab “Salam”. Sikapnya dapat duduk atau berdiri dengan mengangkat tangan untuk memberi salam (tidak mengepalkan tangan).

3) Menabung
Sejak dini agar diajarkan untuk hidup tidak boros hemat dan berusaha untuk menabung. Ada pepatah yang mengatakan ”Muda rajin menabung Tua terlindung” banyak manfaat yang dapat diperoleh jika Siaga rajin menabung.

Manfaatnya diantaranya:
  • dapat membayar iuran perindukan sendiri; 
  • pada akhir tahun dapat ikut wisata dengan hasil tabungannya; 
  • dapat membeli sesuatu yang diinginkan. 

Menabung adalah kebiasaan yang baik, apalagi dapat dilakukan secara teratur. Menabung dapat dilakukan: secara tradisional dengan menggunakan “celengan” yang disimpan dirumah, menabung di perindukan, menabung di sekolah dan menabung di bank. Uang yang ditabung dapat dari menyisihkan sebagian uang yang diberikan orang tua. Yang baik adalah uang tabungan tersebut diperoleh dari usaha sendiri. Misalnya menjual tanaman hias, membuat hasta karya yang dijual.

4) Setia membayar iuran.
Iuran merupakan cerminan dari rasa saling memiliki anggota kepada gugus depan. Selain itu, iuran juga merupakan sarana pembelajaran disiplin berorganisasi, sehingga anggota diwajibkan untuk membayar iuran. Membayar iuran perindukan merupakan salah satu aturan di gugus depan, karena itu harus ditaati dan dijalankan sebagai salah satu amalan dari Dwisatya.

Kesetiaan membayar iuran di perindukan atau gudep, merupakan salah satu wujud kedisiplinan. Iuran anggota diperoleh dari Siaga, baik yang bersasal dari pemberian orang tua ataupun hasil usaha sendiri. Iuran Perindukan biasanya digunakan untuk keperluan kegiatan gugus depannya.

5) Lambang Pramuka
Lambang adalah suatu gambaran atau image tentang sesuatu yang dapat memberikan semangat kepada seseorang.

Lambang Gerakan Pramuka adalah Tunas Kelapa. Pencipta Tunas Kelapa sebagai lambang Gerakan Pramuka adalah Kak Soenardjo Atmodipoero, lahir pada tanggal 29 Pebruari 1909 di Blora.

Tunas Kelapa dipilih sebagai lambang Gerakan Pramuka dengan pertimbangan filosofis arti sebagai berikut:
  • buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. 
  • buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia. 
  • nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimana pun juga. 
  • nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni mulia, jujur dan tetap tegak tidak mudah diombang–ambingkan sesuatu. 
  • akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang tersebut mengkiaskan tekad dan keyakinan setiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya. 
  • nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia. 

Pengertian Tunas Kelapa tersebut harus diketahui difahami oleh setiap Siaga agar mereka menyadari nilai-nilai kiasan yang terkandung didalamnya.

6) Seni budaya.

Seni budaya merupakan salah satu identitas dari suatu kelompok etnis, suku atau kelompok bangsa. Tinggi rendahnya seni budaya suatu bangsa dapat diukur oleh tinggi dan rendahnya nilai budaya dari bangsa tersebut. Seni budaya antara lain tari, lagu, benda-benda ciptaan, bahasa dan adat atau kebiasaan suku atau bangsa. Sejak dini kepada Siaga sudah ditumbuhkan dan dikembangkan rasa seni dan budayanya. Tidak setiap anak memiliki bakat atau selera terhadap seni dan budaya, namun setiap anak memiliki bibit seni budaya karena setiap anak dapat merasakan keindahan. Beberapa Siaga ada yang senang bernyanyi, menari, melukis, berdeklamasi dan lain-lain.

Pembina berkewajiban untuk memupuk bibit-bibit tersebut melalui pengenalan seni budaya antara lain lagu dan tarian daerah, pakaian-pakaian daerah, senjata tradisional, kuliner daerah, seni drama atau pertunjukan daerah, seni kriya (pahat, anyaman), permainan-permainan tradisional dan lain-lain.

Sumber : Buku Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Siaga

Untuk download Buku Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Siaga berformat Pdf, kakak bisa melakukannya melalui halaman ini: Panduan Penyelesaian SKU Pramuka Siaga Terbaru - Lengkap (Download Pdf)

Notes :

  • Hingga artikel ini dibuat, Materi SKU Pramuka Siaga tentang Pengembangan Emosional ini merupakan materi terbaru berdasarkan SK Kwarnas nomor: 199 tahun 2011. 
  • Jika dikemudian hari Kwarnas mengeluarkan Buku Panduan Penyelesaian SKU Siaga versi terbarunya. Halo Pramuka akan nenginformasikannya dan meng update nya dalam halaman ini. 

Demikian artikel yang dapat kami sajikan, semoga bermanfaat
Materi SKU Pramuka Siaga Terbaru - Pengembangan Emosional