Panduan Penyelesaian SKU Pramuka Penggalang Terbaru - Lengkap (Download Pdf)

Untuk download Panduan Penyelesaian SKU (Syarat Kecakapan Umum) Pramuka Golongan Penggalang dalam format pdf, kakak bisa buka link download yang sudah Admin siapkan di bawah BAB IV. Silakan langsung menju ke bab tersebut untuk langsung men-download-nya

Di judul admin menuliskan kata terbaru karena Panduan ini merupakan versi terakhir yang dikeluarkan oleh Kwarnas

Jika kebetulan kakak belum memiliki Buku SKU Pramuka Penegak, silahkan kakak download buku Syarat Kecakapan Umumnya melalui link ini :SKU Pramuka Penggalang Terbaru (Download Pdf)

Dan inilah Panduan SKU Pramuka terbaru yang Halo Pramuka sajikan secara lengkap!
Selamat membaca.

PANDUAN PENYELESAIAN SYARAT KECAKAPAN UMUM PRAMUKA GOLONGAN PENGGALANG
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
TAHUN 2011

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 199 TAHUN 2011
TENTANG PANDUAN PENYELESAIAN SKU GOLONGAN PENGGALANG

TIM SKU Penggalang dan Panduan
1. Kak Jana T. Anggadiredja
2. Kak Antonius Daud
3. Kak Yusak Manitis. S
4. Kak Rd. M Iqbal
5. Kak Jasmiwarti
6. Kak Eko Setiyo

Tim Editor
1. Kak Yusak Manitis. S
2. Kak Eko Setiyo

Design Cover : Antonius Daud
Diterbitkan oleh :
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Jl. Medan Merdeka TImur No. 6 Jakarta 10110
No ISBN:978-979-8318-24-5

DAFTAR ISI
  • Kata Pengantar 
  • Sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 
  • Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 199 Tahun 2011 
  • BAB I. Pendahuluan 
    • Penjelasan Umum 
    • Prinsip Dasar Kepramukaan 
    • Syarat Kecakapan 
    • Tujuan 
  • BAB II. Kepenggalangan 
    • 1. Filosofi Pramuka Penggalang 
    • 2. Kiasan Dasar Pramuka Penggalang 
    • 3. Sifat Karakter Peserta Didik 
    • 4. Sifat Kegiatan 
    • 5. Organisasi 
  • BAB III. Peran Pembina 
    • 1. Sistem Among 
    • 2. Tugas Pokok Pembina Penggalang 
    • 3. Tanggung jawab Pembina Penggalang 
    • 4. Peran Pembina Penggalang 
    • 5. Profil Pembina Penggalang 
  • BAB IV. Area Pengembangan Peserta Didik 
    • 1. Area Pengembangan Spritual 
    • 2. Area Pengembanga Emosional 
    • 3. Area Pengembangan Sosial 
    • 4. Area Pengembangan Intelektual 
    • 5. Area Pengembangan Fisik 
  • BAB V. Syarat-Syarat dan Tanda Kecakapan Umum 
    • 1. Materi SKU Pramuka Penggalang 
  • BAB VI. Proses Penyelesaian SKU/Cara Menguji SKU 
    • 1. Cara Penyelesaian SKU 
    • 2. Tanda Kecakapan Umum 
  • BAB VII.Pelantikan 
  • BAB VIII.Penutup 

KATA PENGANTAR 
Salam Pramuka,
Sejalan dengan program revitalisasi Gerakan Pramuka dengan fokus pada pemberdayaan Gugus depan, Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian telah berhasil melakukan penyempurnaan program-program pendidikan dan pelatihan, yang meliputi :

1) Kurikulum bagi peserta didik, meliputi : penyempurnaan Syarat Kecakapan Umum (SKU) untuk Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega; Panduan Penyelesaian SKU; penyempurnaan Syarat Kecakapan Khusus (SKK); Modul Permainan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega;

2) Kurikulum bagi tenaga pendidik dan anggota dewasa, meliputi : Orientasi Kepramukaan (OK); Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar dan Lanjutan (KMD dan KML) serta Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar dan Lanjutan (KPD dan KPL); Sistem Pengelolaan dan Pengembangan Anggota Dewasa; Sistem Pendidikan dan Pelatihan dalam Gerakan Pramuka;

3) Instrumen penelitian, akreditasi dan Sertifikasi, meliputi : Panduan Akreditasi Gugus depan dan Litbang Data Dasar Gerakan Pramuka; Panduan Akreditasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat); serta instrumen Sertifikasi Pelatih dan Pembina.

Syarat Kecakapan Umum (SKU) Tahun 2011 sebagai pengganti SKU 1974, dalam perumusannya telah menyesuaikan dengan 8 (delapan) tahapan Renewed Approach to Programme (RAP) dari WOSM yang disesuaikan dengan kondisi Gerakan Pramuka, dengan 5 (lima) area pengembangan kecerdasan, yakni : spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik (SESOSIF). Sedangkan Buku Panduan Penyelesaian SKU ini, selain untuk pertama kalinya dibuat, diharapkan dapat membantu Pembina Pramuka dalam upaya penyelesaian SKU peserta didiknya sekaligus diharapkan pula dapat membantu Pembina Pramuka dalam menyusun program latihan setiap minggunya di gugusdepan.

Kepada Tim Perumus, khususnya Ka. Pusdiklatnas beserta staf, Andalan Nasional Bidang Diklat dan Penelitian, para Pelatih dan Ka. Biro Diklatpram beserta staf, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam perumusan dan penerbitan buku ini, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih.

Kami menyadari Buku Panduan Penyelesaian SKU ini masih memiliki kekurangan dan belum sempurna, karena itu untuk penyempurnaannya kemudian, kami mengharapkan saran-saran dan masukan. Semoga Alloh Illahi Robbi, Tuhan Yang Maha Esa, selalu memberikan rakhmat, hidayah dan inayahnya serta selalu memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua. Amin.

Jakarta, Desember 2011
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Waka Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian,
ttd
Prof. Dr. Jana Tjahjana Anggadiredja, MSc., Apt.

SAMBUTAN
KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
Salam Pramuka,
Revitalisasi Gerakan Pramuka yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI, selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka pada Hari Pramuka ke 45 tanggal 14 Agustus 2006, telah mengalami percepatan sejak Oktober 2009. Revitalisasi Gerakan Pramuka adalah pemberdayaan Gerakan Pramuka yang sudah ada yang dilakukan secara sistematis, terencana serta berkelanjutan guna memperkokoh eksistensi organisasi dan lebih meningkatkan peran, fungsi seta pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka.

Program Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh Kwartir Nasional difokuskan pada pemberdayaan gugusdepan dengan penekanan dan pengembangan pada program-program peserta didik, tenaga pendidik serta prasarana dan sarana pendidikan.

Sejalan dengan program revitalisasi dengan fokus pemberdayaan gugusdepan, pada tahun 2011 Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian telah berhasil melakukan penyempurnaan program-program pendidikan peserta didik dan tenaga pendidik, serta perumusan standardisasi satuan pendidikan melalui instrumen akreditasi.

Buku yang ada di hadapan Kakak-kakak adalah Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwarnas No. 199 Tahun 2011, tanggal 4 Oktober 2011, terdiri atas 4 (empat) buku yang masing-masing diperuntukan sebagai Panduan Penyelesaian SKU Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. Buku-buku tersebut sebagai kelanjutan dari penyempurnaan Syarat Kecakapan Umum (SKU) untuk Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega, berdasarkan Surat Keputusan Ketua Kwarnas No. 198 Tahun 2011, tanggal 4 Oktober 2011.

Panduan ini dibuat untuk pertama kalinya sebagai upaya Kwartir Nasional melengkapi keperluan pelaksanakan pendidikan dan pelatihan di Gugus depan, oleh karena itu kami berharap buku ini dapat bermanfaat khususnya bagi Pembina Pramuka dan Pelatih Pembina Pramuka.

Kepada Tim Perumus dan semua pihak yang telah membantu dalam perumusan dan penerbitan buku ini, kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang selalu memberikan tuntunan, perlindungan, rakhmat dan hidayah kepada kita semua. Amin.

Jakarta, Desember 2011
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,
ttd
Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH.

KEPUTUSAN 
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA 
NOMOR: 199 TAHUN 2011 
TENTANG 
PANDUAN PENYELESAIAN SYARAT KECAKAPAN UMUM 

Ketua kwartir nasional Gerakan Pramuka,
Menimbang
  • a. bahwa untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka, pendidikan terhadap anggota muda harus dilaksanakan secara efektif dan efisien dan didukung dengan kurikulum pendidkan yang berkualitas. 
  • b. bahwa Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang merupakan kurikulum pendidikan anggota muda yang ditetapkan dengan Keputusan Kwartir 
  • Nasional nomor: 088/KN/74 tahun 1974 telah disempurnakan disesuaikan dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Anggoran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka serta Rencana Strategik Gerakan Pramuka tahun 2009-2014. 
  • c. bahwa untuk membantu kelancaran proses pendidikan di lapangan perlu dikeluarkan Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional 
Mengingat
  • Undang-undang No : 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka 
  • Keputusan Presiden RI Nomor : 24 tahun 2009 tentang pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka 
  • Keputusan Ketua kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor : 203 tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka 
  • Keputusan Kwartir Nasional nomor; 198 Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Syarat Kecakapan Umum. 
  • Memperhatikan 
  • Hasil Lokakarya Panduan Penyelesaian SKU 
  • Arahan Pimpinan Kwarnas 
MEMUTUSKAN
Menetapkan
Pertama:

  • Menetapkan Panduan Penyelesainan Syarat Kecakapan Umum (SKU) sebagaimana terlampir pada surat keputusan ini sebagai acuan bagi Pembina Pramuka di lapangan, terdira atas; 
  • Panduan Penyelesainan SKU Golongan Pramuka Siaga, tercantum pada lampiran I 
  • Panduan Penyelesainan SKU Golongan Pramuka Penggalang, tercantum pada lampiran II 
  • Panduan Penyelesainan SKU Golongan Pramuka Penegak, tercantum pada lampiran III 
  • Panduan Penyelesainan SKU Golongan Pramuka Pandega, tercantum pada lampiran IV 
Kedua:
  • Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan 
  • Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam kepurusan ini, sebagaiman mestinya akan diadakan pembetulan

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 28 Oktober 2011
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Ketua,
ttd
Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH

LAMPIRAN II
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR: 199 TAHUN 2011
TENTANG 
PANDUAN PENYELESAIAN SYARAT KECAKAPAN UMUM PRAMUKA GOLONGAN PENGGALANG 

BAB I 
PENDAHULUAN 
1. Penjelasan Umum

Pendidikan kepramukaan adalah proses pendidikan yang praktis, di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentuknya watak, kepribadian dan akhlak mulia.

Prinsip Dasar Kepramukaan adalah asas yang mendasari kegiatan Kepramukaan dalam upaya membina watak peserta didik. Oleh karena itu Pembina harus memahami bahwa setiap kegiatan kepramukaan haruslah didasari Prinsip Dasar Kepramukaan. Prinsip Dasar Kepramukaan tidak dapat dipisahkan dengan Metode Kepramukaan, karena keduanya saling melengkapi. Hal tersebut terlihat pada taat kepada kode kehormatan (Prinsip Dasar Kepramukaan) dan Pengamalan Kode Kehormatan (Metode Kepramukaan). Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dengan pendidikan lainnya.

Salah satu Metode Kepramukaan adalah Sistem Tanda Kecakapan. Di dalam sistem ini terdapat 3 (tiga) tanda kecakapan yaitu, kecakapan umum, kecakapan khusus dan pramuka garuda. Untuk memenuhi kecakapan tersebut, setiap Pramuka wajib menyelesaikan syarat-syaratnya. Yaitu Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG). Syarat dan Tanda Kecakapan disusun berdasarkan golongan usia peserta didik.

Buku panduan ini khusus membahas syarat kecakapan umum untuk golongan Pramuka Penggalang. SKU Pramuka Penggalang terdiri atas 3 (tiga) tingkatan; Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, Penggalang Terap. Pramuka Penggalang Terap dapat menyelesaikan syarat Pramuka Garuda dan apabila lulus dia akan menjadi Pramuka Penggalang Garuda.

2. Prinsip Dasar Kepramukaan

Pendidikan kepramukaan dilaksanakan dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan yang terdiri atas:
  • a. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
  • b. Peduli terhadap bangsa, tanah air, sesama hidup dan alam seisinya. 
  • c. Peduli terhadap diri sendiri. 
  • d. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. 

Pembina Pramuka sebagai pendidik wajib memahami bahwa semua kegiatan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik merupakan pencerminan isi dari prinsip dasar kepramukaan yang berfungsi sebagai;
  • a. Norma hidup anggota Gerakan Pramuka. 
  • b. Landasan kode etik Gerakan Pramuka. 
  • c. Landasan sistem nilai Gerakan Pramuka 
  • d. Pedoman dan arah pembinaan/pendidikan kaum muda anggota Gerakan Pramuka 
  • e. Landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya Pembina Pramuka juga wajib memahami bahwa: 
    • a. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan pendidikan kepramukaan dengan pendidikan lainnya 
    • b. Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan. 

3. Syarat Kecakapan
Kurikulum dalam pendidikan kepramukaan adalah berupa syarat kecakapan yaitu:
a. Syarat Kecakapan Umum (SKU).
b. Syarat Kecakapan Khusus (SKK).

Syarat-syarat tersebut disusun berjenjang pada tiap-tiap golongan peserta didik. Syarat kecakapan adalah syarat yang wajib dipenuhi oleh peserta didik untuk mendapatkan tanda kecakapan .

Pemenuhan atau penyelesaian syarat kecakapan melalui proses pendidikan dalam bentuk kegiatan antara lain; latihan mingguan (rutin), perkemahan dan proses ujian. Syarat Kecapan Umum Pramuka Penggalang terdiri atas 3 (tiga) tingkat/jenjang yaitu:
a. SKU tingkat Penggalang Ramu.
b. SKU tingkat Penggalang Rakit.
c. SKU tingkat Penggalang Terap.

4. Tujuan
Tujuan disusunya buku panduan ini adalah untuk membantu Pembina Pramuka Penggalang dalam memproses penyelesaian Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang di satuan.

BAB II
KEPENGGALANGAN
Untuk membaca Bab II tentang Kepenggalangan, kakak dapat menuju halaman ini: Filosofi, Kiasan Dasar dan Karakter Pramuka Penggalang

BAB III
PERAN PEMBINA
Untuk membaca Bab III tentang Peran Pembina Pramuka Penggalang, kakak dapat menuju halaman ini: Tugas, Peran dan Tanggung Jawab Pembina Pramuka Penggalang

BAB IV
AREA PENGEMBANGAN
Untuk membaca Bab IV tentang Area Pengembangan Pramuka Penggalang, kakak dapat menuju halaman ini: Area Pengembangan Pramuka Penggalang

Dapatkan Buku Panduan ini sekarang juga!
Download Panduan SKU Pramuka Penggalang Pdf

Untuk Download Panduan Penyelesaian SKU Pramuka Penggalang terbaru berformat Pdf, Silahkan kakak buka link downloadnya disini: Panduan Penyelesaian SKU Pramuka Penggalang Pdf

BAB V
SYARAT DAN TANDA KECAKAPAN UMUM
Syarat Kecakapan Umum disingkat SKU adalah kurikulum pendidikan kepramukaan yang wajib dipenuhi oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka atau calon Pramuka Penggalang untuk memperoleh Tanda Kecakapan Umum (TKU).

SKU merupakan salah satu penerapan Sistem Tanda Kecakapan sesuai dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Tujuannya adalah untuk mendorong dan merangsang Pramuka Penggalang agar memiliki kecakapan yang berguna bagi hidupnya dan memenuhi persyaratan menjadi anggota Gerakan Pramuka.

Berkaitan dengan SKU dan TKU, Pembina Pramuka wajib memahami dan menerapkan bahwa seseorang anak, remaja, pemuda yang dengan sukarela ingin menjadi anggota Gerakan Pramuka, pertama-tama mereka memasuki masa calon sebagai "Tamu" selama satu sampai dua bulan.

Dalam masa itu yang bersangkutan tidak dibenarkan mengenakan pakaian seragam Pramuka lengkap dengan atribu-atributnya.

Setelah memenuhi SKU tingkat pertama dan dilantik dalam suatu upacara serta mengucapkan janji maka yang bersangkutan sah menjadi anggota Gerakan Pramuka dan berhak memakai pakaian seragam Pramuka lengkap dengan atributnya.

SKU dan TKU untuk Pramuka Penggalang terdiri atas tiga tingkatan yaitu:
1. SKU dan TKU Ramu
2. SKU dan TKU Rakit
3. SKU dan TKU Terap

Materi SKU Pramuka Penggalang
Isi dalam materi SKU Pramuka Penggalang ini adalah bentuk Silabus dan SK (Standart Kompetensi) KD (Kompetensi Dasar) yang disajikan dalam format tabel.

Dalam tabel tersebut juga sudah dilengkapi dengan isi SKU Penggalang serta Pencapaian Pengisian SKU. Kakak dapat membacanya secara lengkap pada halaman ini:
(link masih belum aktif)

BAB VI
PROSES PENYELESAIAN SKU/CARA MENGUJI SKU

1. Cara menyelesaikan SKU

Dalam kegiatan kepramukaan SKU merupakan kurikulum dan alat pendidikan yang harus diusahakan dapat menjadi pendorong peserta didik untuk memiliki pengetahuan, kecakapan dan keterampilan yang di persyaratkan untuk dapat berstatus sebagai anggota Gerakan Pramuka sesuai dengan SKU yang diselesaikannya.

Pembina Pramuka Penggalang baik secara formal maupun informal selalu memberikan motivasi kepada para Pramuka Penggalang untuk menyelesaikan SKU pada tingkatan yang sesuai dengan kondisi peserta didik masing-masing.

Syarat kecakapan umum Pramuka Penggalang dikelompokan menjadi 3 (tiga) tingkatan yaitu; Tingkat Penggalang Ramu, Rakit, Terap.

Masing-masing tingkat jumlah dan persyaratannya berbeda, dengan demikian waktu penyelesaiannyapun berbeda pula.

Penyelesaian SKU oleh peserta didik mencakup proses pembelajaran, pengujian, dan pelantikannya.

a. Pembelajaran SKU.
Pembelajaran SKU oleh Pembina dilaksanakan melalui program latihan mingguan atau rutin dalam beberapa bulan yang dikemas dengan permainan-permainan yang menarik, menantang dan menyenangkan.

Pemimpin Regu dapat membantuPembina untuk pembelajaran SKU di regunya dengan bimbingan Pembinanya dalam latihan regu.

Agar lebih efektif, latihan regu didasarkan pada program latihan mingguan khusus tentang pencapaian Tanda Kecakapan Khusus.

b. Pengujian
Peserta didik yang merasa sudah menguasai materi yang diajarkan, ia dapat menyampaikan kepada Pembina bahwa ia siap di uji.

Pada prinsipnya ujian dilaksanakan perorangan namun metodenya dapat memakai metode kelompok

Macam pengujian ada 2 (dua) yaitu:
  • 1) Ujian langsung artinya Pembina berhadapan dengan peserta didik dalam suasana non formal, menarik tidak menakutkan dll. 
  • 2) Ujian tidak langsung artinya Pembina memberi tugas Regunya melakukan kegiatan yang didalamnya ada unsur SKU yang diuji atau dalam perkemahan sabtu minggu peserta didik yang diuji mendapat perhatian khusus dari Pembina atau penguji 

3) Cara menguji SKU
  • a) Penyelesaian SKU dilaksanakan melalui ujian-ujian dengan cara informal oleh Pembinanya (Pembantu Pembinanya) sendiri. 
  • b) Materi apa yang diujikan (butir demi butir), sesuai dengan permintaan/ kesiapan peserta didik dan dilaksanakan secara induvidual. 
  • c) Waktu pelaksanaan ujian ditentukan bersama antara peserta didik dengan Pembina/Pembantu Pembinanya. 
  • d) Penguji (Pembina/Pembantu Pembina) berusaha agar proses ujian itu dirasakan oleh peserta didik sebagai proses pendidikan yang menyenangkan dan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalamannya. 
  • e) Ujian dilaksanakan secara induvidual dengan maksud agar pembina mem-perhatikan batas-batas kemampuan mental/spiritual, pisik, intelektual, emosional dan sosial peserta didik yang bersangkutan. 
  • f) Pembina yang menguji SKU hendaknya memperhatikan usaha, ikhtiar, ketekunan, dan kesungguhan yang sudah diperbuat dalam proses ujian SKU. 
  • g) Penguji SKU yang berkaitan dengan mental, moral, dan kepribadian adalah Pembina atau Pembantu Pembina, sedangkan penguji SKU yang berkaitan dengan agama, teknologi, dan keterampilan dapat meminta bantuan orang lain yang memiliki kompetensi. 
  • h) Penguji membubuhkan paraf pada kolom yang tersedia dalam SKU milik pramuka yang diuji, setelah ujian tersebut dinyatakan berhasil (lulus) . 

2. Tanda Kecakapan Umum (TKU)

Tanda Kecakapan Umum (TKU) merupakan tanda penghargaan yang diberikan kepada peserta didik setelah menyelesaikan SKU melalui ujian-ujian yang dilakukan oleh Pembinanya (Pembantu Pembinanya)

TKU untuk Pramuka Penggalang disematkan di lengan baju sebelah kiri (di bawah tanda regu Penggalang), dilakukan dalam suatu upacara pelantikan kenaikan tingkat. Upacara Pelantikan kenaikan tingkat pada Pramuka Penggalang dilaksanakan ketika terjadi kenaikan tingkat:
  • a. dari calon Penggalang menjadi Penggalang Ramu. 
  • b. dari Penggalang Ramu menjadi Penggalang Rakit. 
  • c. dari Penggalang Rakit menjadi Penggalang Terap. 

Para penyandang TKU hendaknya selalu berusaha menjaga kualitasnya sehingga dapat menjadi contoh dan panutan teman-temanya, disamping itu yang bersangkutan mempunyai hak untuk menyelesaikan SKU berikutnya.

Tanda Kecakapan yang sudah dipasang pada lengan baju peserta didik bilamana ternyata tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak didukung oleh kemampuan pemiliknya, maka pemilikan tanda kecakapan tersebut dapat dilepas/dicabut.

SKU dan TKU merupakan alat pendidikan, karena itu Pembina tetap menyikapinya sebagaimana yang diharapkan, dengan kata lain para pemakai tanda kecakapan hendaknya selalu dijaga agar mereka sebelum disemati tanda kecakapan harus melalui proses yang benar sehingga tanda kecakapan tersebut didukung oleh kemampuan dan perilaku pemakainya

Pembina Pramuka hendaknya terus menerus memberikan motivasi peserta didiknya agar mereka tetap menjaga kualitas dan perilakunya selaras dengan TKU berikutnya sehingga sebagai Pramuka Penggalang mereka memilki pengalaman dan kenangan ketika menjadi Penggalang Ramu, Rakit dan Terap.

BAB VII 
PELANTIKAN 
Seorang Pramuka Penggalang yang telah menyelesaikan SKU dengan baik berhak mendapatkan TKU. Di dalam Gerakan Pramuka pemberian TKU dilaksanakan dalam upacara pelantikan.

Upacara pelantikan merupakan serangkaian acara dalam rangka memberikan pengakuan dan pengesahan terhadap seorang pramuka atas prestasi yang dicapainya.

Upacara pelantikan bertujuan agar para pramuka yang dilantik mendapat kesan yang mendalam dan membuka hatinya untuk dapat menerima pengaruh pembinanya dalam upaya membentuk manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, peduli pada: tanah air, bangsa, masyarakat, alam lingkungan serta peduli pada dirinya sendiri dengan berpedoman pada satya dan darma pramuka.

1. Langkah-langkah proses pelantikan

Setelah menyelesaikan tugas dan kewajiban menyelesaikan SKU dengan baik, para pramuka perlu mendapat pengakuan dan pengesahan dari lingkungannya, dengan melewati upacara pelantikan.

2. Hal-hal yang dilakukan dalam proses pelantikan sebagai berikut:
a. Persiapan
  • 1) Persiapan mental. 
    • Yang dimaksud dengan persiapan mental ialah mempersiapkan peserta didik agar dengan sukarela mau mengucapkan janji/satya pramuka, serta dengan sepenuh hati rela mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 
  • 2) Persiapan fisik. 
    • Bagi pramuka yang dilantik memerlukan persiapan fisik yang prima karena dimungkinkan ia akan menunggu dan berdiri lama, sebagai bagian dari pendidikan kesabaran. 
  • 3) Persiapan peralatan ialah persiapan peralatan pelantikan: bendera merah putih, standar bendera, tanda-tanda pelantikan/ TKU, dan alat-alat penunjang lainnya. 

b. Pelaksanaan pelantikan.

Hal-hal prinsip yang dilakukan dalam upacara pelantikan, antara lain ialah:
  • 1) adanya bendera merah putih sebagai bendera pelantikan berfungsi sebagai media untuk menanamkan jiwa : kebangsaan cinta tanah air, patriotisme, persatuan dan kesatuan bangsa. 
  • 2) wawancara antara pembina dengan yang akan dilantik untuk menanamkan komitmennya terhadap kepramukaan, kemasyarakatan, kemandirian, percaya diri, kepemimpinan dan ketakwaannya kepada Tuhan YME. 
  • 3) pengucapan satya pramuka secara sukarela oleh calon. 
  • 4) tata urutan acara yang rapi serta formasi barisan sesuai dengan golongannya. 
  • 5) dilaksanakan dalam suasana hikmat 
  • 6) adanya doa untuk memberikan kekuatan batin kepada yang dilantik. 

3. Variasi tata upacara pelantikan dapat dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan kiasan dasar, dengan catatan tidak mengaburkan makna pelantikan yang ada .

4. Susunan acara dan formasi barisan pelantikan disesuaikan dengan perkembangan dan penggolongan peserta didik, diatur dalam PP Kwarnas No. 178 tahun 1979, tentang Petunjuk Penyelengaaraan Upacara dalam Gerakan Pramuka.

5. Macam-macam Upacara pelantikan
a. Upacara Pelantikan calon Penggalang menjadi Penggalang Ramu . Upacara Pelantikan Calon Penggalang menjadi Penggalang Ramu dilaksanakan sebagai berikut :
  • 1) Setelah acara berdoa Calon Penggalang yang akan dilantik diantar oleh Pemimpin Regunya ke hadapan Pembina Penggalang kemudian pengantar kembali ke regunya. 
  • 2) Penggalang yang sudah dilantik maju satu langkah. 
  • 3) Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu antara Pembina Penggalang dan calon yang akan dilantik. 
  • 4) Calon yang akan dilantik berdoa diikuti anggota pasukan dipimpin oleh Pembina Penggalang. 
  • 5) Sang Merah Putih dibawa petugas ke sebelah kanan depan dari Pembina Penggalang. Waktu Sang Merah Putih masuk ke tempat upacara anggota pasukan menghormat dipimpin oleh Pratama. 
    • a) Calon secara sukarela mengucapkan janji Trisatya dituntun oleh Pembina Penggalang dengan tangan kanannya memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya. 
    • b) Pada waktu ucapan janji anggota pasukan yang sudah dilantik memberi hormat secara spontanitas 
  • 6) Penyematan tanda-tanda disertai nasehat dari Pembina Penggalang 
  • 7) Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan kepada Penggalang yang baru dilantik, diteruskan pemberian ucapan selamat dari anggota pasukan. 
  • 8) Pemimpin regu menjemput anggotanya yang baru dilantik. 
  • 9) Pembina menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara latihan. 
  • 10) Pratama memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Penggalang, kemudian membubarkan barisan. 

b. Upacara Kenaikan Tingkat dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang Rakit ke Penggalang Terap dilaksanakan sebagai berikut :
  • 1) Dilakukan serangkai dengan Upacara Pembukaan Latihan. 
  • 2) Penggalang yang akan naik tingkat mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Penggalang. 
  • 3) Penggalang Rakit dan atau Penggalang Terap maju selangkah. 
  • 4) Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan, antara Pembina dan Penggalang yang akan naik tingkat. 
  • 5) Petugas bendera membawa Sang Merah Putih ke sebelah kanan depan dari Pembina Penggalang. Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota pasukan menghormat dipimpin Pratama atau petugas. 
    • a) Penggalang yang akan naik tingkat mengulang ucapan janji Trisatya dituntun Pembina Penggalang dengan tangan kanannya memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya. 
    • b) Pada waktu ucapan janji anggota pasukan yang sudah dilantik memberi hormat secara spontanitas 
  • 6) Pelepasan tanda kecakapan umum lama dan penyematan tanda kecakapan umum baru, diiringi nasehat pembina. 
  • 7) Penghormatan pasukan kepada Penggalang yang baru naik tingkat dipimpin Pratama atau petugas, dilanjutkan pemberian selamat dari anggota pasukan, kemudian kembali ke tempat masing-masing termasuk Penggalang yang naik tingkat. 
  • 8) Pembina Penggalang memimpin berdoa sesuai denganagama dan kepercayaan masing-masing. 
  • 9) Pembina Upacara (Pembina Penggalang) menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara latihan. 
  • 10) Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara (Pembina Penggalang) kemudian membubarkan barisan . 
  • 11) Pembina Penggalang mengucapkan terimakasih kepada para pembantunya diteruskan dengan acara latihan. 

c. Upacara Pindah ke Golongan Penggalang

  • Bagi Pramuka Penggalang yang telah berumur 16 tahun tanpa melihat pencapain tingkat maka dia harus dipindahkan ke golongan Pramuka Penegak dengan tata cara sebagai berikut : 
  • Di laksanakan dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang dan Upacara Pembukaan Latihan Ambalan Penegak. 
  • Penggalang yang akan pindah golongan mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Upacara (Pembina Penggalang). 
  • Nasehat dan penjelasan Pembina Upacara (Pembina Penggalang) bahwa kepindahannya bukan karena kecakapannya, melainkan karena usia dan perkembangan jiwanya 
  • Penggalang yang akan pindah golongan minta diri kepada anggota pasukannya. 
  • Pembina Upacara (Pembina Penggalang) mengantar Penggalang yang bersangkutan ke Ambalan Penegak. 
  • Serah terima anggota antara Pembina Penggalang dan Pembina Penegak. 
  • Pembina Penggalang kembali ke pasukan untuk melanjutkan acara latihannya. 
  • Acara penerimaan anggota di ambalan disesuaikan dengan adat yang berlaku di ambalan itu. 
  • Anggota baru diserahkan kepada sangga yang akan menerimanya. 
  • Pembina Penegak menyerahkan kembali ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara latihannya. 

BAB VIII
PENUTUP
Buku Panduan Pembina Pramuka dalam menyelesaikan SKU ini hanyalah merupakan acuan dasar untuk memudahkan para Pembina melaksanakan proses pembinaan Pramuka Penggalang di Gugus depan.

Inovasi dan kreativitas para Pembina Pramuka Penggalang tetap diperlukan untuk mengembangkan panduan ini agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan situasi serta kondisi setempat. Dengan demikian tujuan Gerakan Pramuka untuk menyiapkan kaum muda yang berkarakter, berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia dapat diwujudkan.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon