Saturday, March 16, 2019

Lirik Lagu Adek Berjilbab Coklat dan Download Mp3

Pasti kakak sudah tahu lagu yang berjudul Adek Berjilbab Ungu kan?, sebuah lagu yang dibuat dan di populerkan oleh group bernama SMVLL. Lagu yang menggambarkan tentang kisah romantis seorang kekasih kepada pasangannya.

Begitu populernya lagu itu, hingga banyak sekali para vokalis atau bahkan orang biasa yang menyanyikan lagunya dengan versi mereka sendiri.


Sehingga hampir seluruh lirik lagu yang ada di dalamnya mengalami perubahan.

Salah satunya adalah versi anak Pramuka. Mereka mengubah seluruh isi didalamnya sehingga kata kata yang ada di lagu tersebut semuanya berkaitan dengan istilah istilah yang ada di dalam dunia kepramukaan.

Seperti apa lagunya?
Silahkan lihat videonya di bawah ini


Lirik Lagu Adek Berjilbab Coklat Versi Pramuka

Lirik Asmara Tunas Kelapa (Lagu Pramuka Romantis) - Download mp3
Oi adek yang pakai kacu
Cantik manis bak gula tebu
Rajin terampil dan banyak ilmu
Bolehkah kakak tau namamu

Oi adek berjilbab coklat
Kata orang kau gadis kuat
Kaka pengen kenal lebih dekat
Lepas pandega kita langsung akad

Simpul pangkal dan simpul mati
Dua ikatan yang berbeda
Janji kakak tulus dan suci
Bukannya sebatas patok tenda

Adek anak pramuka
Sifatmu seperti tri satya
Lakumu seperti dasadarma
Menantu idaman orang tua

Oi adek yang pakai kacu
Cantik manis bak gula tebu
Rajin terampil dan banyak ilmu
Bolehkah kakak tau namamu

Baca juga Lagu Anak Desa
Download Lagu Adek Berjilbab Coklat mp3
Suka dengan lagu ini dan ingin memiliki file mp3 nya.
Admin sudah menyipakan link nya di bawah ini
Adek Berjilbab Coklat mp3

Terimkasih semoga apa yang Halo Pramuka berikan kepada kakak kakak bermanfaat. Jangan lupa ya untuk mencari materi pramuka di Blog Halo Pramuka - Keluarga Maya Anak Pramuka

Friday, March 15, 2019

BUKU PERINGATAN PANCA WARSA

Kali ini, bukan sebuah materi modern tentang kepramukaan yang akan Admin Halo Pramuka bagikan. Namun sebuah ungkapan harapan dari seseorang.

Seseorang dengan nama ‎Djoko Adi Walujo‎ menuliskan rangkaian kalimatnya di Group Gerakan Pramuka - Indonesia pada 2 tahun silam. Tepatnya pada tanggal 5 Maret 2017.

Dalam pesan yang ia sampaikan, dibubuhkan juga sebuah foto buku lama seperti di bawah ini:


Dan berikut ini isi tulisannya yang tidak admin tambah atau kurangis sedikitpun. Semoga dapat menginspirasi.

Buku Ini menyimpan sejarah kepanduan Indonesia, didapat hasil akuisisi milik kolektor buku-buku lama yang juga karib saya yang baik, saudara Ico Oemar. Buku peringatan "Panca Warsa Pandu Rakyat Indonesia 1945-1950". Isinya luar biasa foto foto di dalamnya istimewa. Laporan demi laporan bak artikel journal ilmiah, sehingga buku ini dapat dikategorikan ilmiah populer. Sejatinya buku semacam Ini perlu dilahirkan kembali agar orang memiliki wawasan penuh perjalanan kepanduan. Wawasan hebat akan membentengi pikiran picik, bahkan arogan yang tak terhindarkan. Tentunya Pusdiklatnas memahami hal ini karena sebagai kampusnya Pramuka, atau universitasnya Pramuka, untuk mengadakan simposium atau temu ilmiah terkait dengan kepanduan ini. Semoga buku ini dapat digunakan sebagai awal kajian dan memicu kajian kajian lainnya. Semoga dari temuan buku lawas membuat Pramuka semakin cerdas.

Friday, August 03, 2018

Antara Gerakan, Metode dan Pendidikan dalam Pramuka

Lagi dan lagi, tokoh idola saya Kak Yatno memberikan buah pikirannya kepada kita semua, melalui tulisan yang sangat menginspirasi. Atikel tersebut di unggah pada akun resmi Pusdiklatnas pada tanggal 23 Juli 2018.

Kak Yatno yang memiliki nama lengkap Prof. Dr.  Suyatno, M.Pd. Beliau menjabat sebagai Kepala Pusdiklatnas Gerakan Pramuka aktif saat ini.

Seperti apa motivasi yang belaiau berikan kepada kita semua, silahkan sobat baca secara lengkap di bawah ini


Baca juga 10 Kebiasaan Buruk Pembina Pramuka yang Dapat Menghambat Kesuksesan

ANTARA GERAKAN, METODE, DAN PENDIDIKAN

Oleh Kak Yatno

Dari sisi mana sajakah kepramukaan dapat dilihat dengan benderang? Kepramukaan dapat dilihat dari tiga sisi. Sisi itu bernama Gerakan, Metode, dan Pendidikan. Ketiga sisi sedapatnya berkait. Jika dapat berkait dengan apik, ketiga sisi akan membentuk energi yang dahsyat dalam mengantarkan anak muda ke masa depannya.

Sisi Gerakan menandakan usaha serius dari semua lapisan bangsa untuk berpadu menoreh anak bangsa melalui dunia kepramukaan. Saking seriusnya lapisan masyarakat tersebut, negara menghendaki semua anak bangsa harus terlibat baik yang di desa, di kota, anak petani, nelayan, pekebun, mahasiswa, dan yang lainnya sampai suatu ketika mengatakan bangga menjadi pramuka Indonesia. Bahkan, di dunia, ada 180-an negara membuat gerakan kepramukaan agar dapat tumbuh dan berkembang di teritotialnya. Negara-negara itu berhimpun dalam satu visi di WOSM.

Untuk melaksanakan visi Gerakan tersebut, di tiap negara dibentuk lembaga pelaksananya. Di Indonesia, lembaga pelaksana kepramukaan diserahkan ke kwartir oleh negara untuk menjalankannya. Agar perjalanan kepramukaan bagi anak muda itu bergerak dengan mantap, dibentuklah dua lembaga yakni majelis pembimbing dan kwartir. Majelis pembimbing sebagai pembina, pendorong, pembantu agar Gerakan berlangsung dengan baik. Kwartir bertugas sebagai pelaksana kepramukaan agar berjalan proses pendidikan dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan.

Jadi, majelis pembimbing dengan kwartir harus harmonis. Kwartir melaporkan perkembangan yang dilakukan ke majelis pembimbing di samping mempertanggungjawabkan ke musyawarah. Majelis pembimbing memberikan gagasan dan bantuan finansial kepada kwartir. Kinerja majelis pembimbing dan kwartir itulah dinamakan wujud Gerakan.

Kalau kwartir pasang garis pemisah dan tidak harmonis dengan majelis, lepas alasan apapun, dapat dikatakan terjadi deviasi orientasi. Gerakan akan goncang karena hambatan lebih besar dibandingkan dukungan. Begitu pula, kalau majelis pembimbing tidak lancar komunikasi dan aliran bimbingannya tentu Gerakan akan tersendat-sendat. Keduanya harus bin wajib harmonis dalam kondisi apapun tanpa rasa egoisitas masing-masing.

Oleh karena itu, karena ini organisasi Gerakan yang khas berwarna pendidikan kepramukaan, orang yang mengelola majelis pembimbing dan kwartir haruslah paham dan mendalami pendidikan kepramukaan. Bagaimana mungkin kapal di lautan luas, tidak dinakhodai orang yang pahan dan menjiwai karakteristik lautan? Jika kesadaran itu muncul dengan ksatria demi bangsa, kwartir sebagai penerus Gerakan akan menjalankan fungsi sejatinya. Pun majelis pembimbing perlu kuat dalam pemahaman pendidikan kepramukaan. Serahkan saja ke orang yang paham, ngerti, dan berperiaku kepramukaan karena itulah syarat Indonesia berada di kualitas SDM yang maju.

Sisi Metode bermakna bahwa kepramukaan adalah sebuah metode pendidikan. Sebagai sebuah metode, dalam kepramukaan pasti ada prosedur, unsur, strategi, dan teknik untuk menjalankannya. Metode dalam kepramukaan memiliki ciri khas, yakni PDK dan MK. Metode tersebut wajib dijalankan jika menginginkan kepramukaan tetap disebut kepramukaan.

Dalam Metode, terdapat aneka teknik yang dapat diciptakan dan dikembangkan agar mutu kepramukaan terbarui. Tugas kwartirlah untuk terus memperbarui dan mengembangkannya sesuai zaman. Teknik itu disebut teknik kepramukaan. Kwartir yang punya berarti harus berfokus pada penguatan teknik kepramukaan bukan melulu pengorganisasian lembaga semata.

Dalam perkembangannya, berbeda negara akan berbeda teknik kepramukaannya meskipun sama-sama menerapkan metode kepramukaan. Perkembangan tersebut bergantung kedalaman dan keluasan kapasitas akal masing-masing. SDM pengelola dapat dipakai sebagai indikator kemajuan kepramukaan sebuah negara.

Sisi Pendidikan memberikan sudut pandang bahwa kepramukaan adalah sebuah jenis pendidikan yang tersistem dan terpola sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai sebuah Pendidikan, kepramukaan mempunyai kurikulum, peserta didik, pendidik, jenjang, dan sistem.

Kwartir bertanggung jawab atas keterlaksanaan pendidikan kepramukaan dengan serius sehingga kinerjanya dapat nilai kepantasan dari masyarakat. Pembina sebagai pelaksana di ujung tombak harus diopeni. Gudep diberi asupan yang tepat agar dapat memfungsikan diri sebagai satuan organisasi dan satuan pendidikan. Kwartir harus hadir di ujung tombak bukan hanya hadir di altar atas saja altar bawah pun harus dikenali secara akrab.

Gudep di ujung tombak mempunyai tiga beban yakni beban Gerakan, Metode, dan Pendidikan dalam bentuk terapan langsung. Gudep menjalankan visi Gerakan melalui organisasi satuan dan menjalankan Metode dan Pendidikan melalui latihan mingguan.

Pada akhirnya, pembina gudep haruslah orang yang kuat akal dan tangguh menghadapi kenyataan. Mutu kepramukaan sebenarnya terletak di terapan langsung pembina. Kreativitas dan inovasi juga harus berada dalam denyut darah pembina. Selamat membina. #kakyatno

Disclaimer:
Artikel di atas admin ambil dari Fans Page Facebook Resmi Milik Pusdiklatnas. Hak cipta dari tulisan tersebut adalah sepenuhnya milik Pusdiklatnas.
Admin Halo Pramuka hanya bersifat meneruskan ulang apa yang beliau sampaikan, supaya lebih banyak lagi para anggota Pramuka yang membaca dan mengambil manfaat dari tulisan beliau.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari yang beliau sampaikan dia atas. terimaaksih dan Salam Pramuka!

Saturday, May 26, 2018

Pendidikan Kepramukaan Pasti Pendidikan Kebangsaan

Pendidikan Kepramukaan Pasti Pendidikan Kebangsaan

Oleh Kak Yatno (Prof.Dr.Suyatno,M.Pd-Kapusdiklatnas)

Gerakan Pramuka itu adalah gerakan pendididikan kebangsaan selain pendidikan karakter dan kecakapan hidup. Inti kebangsaan dalam Gerakan Pramuka bahkan tercantum dalam Prinsip Dasar, Trisatya, UU GP, AD/ART dengan jelas. Kebangsaan Indonesia harus menjadi menu dalam setiap proses pendidikan kepramukaan.


Di bawah bimbingan pembina, setiap berlatih, seorang pramuka akan mengawali dengan pengibaran merah putih, pembacaan Pancasila, dan berbagai nyanyian lagu nasional. Begitu pula, di akhir latihan, mereka akan menghormat ke merah putih. Itu semua merupakan prosedur tetap dan rutin bagi pramuka dalam setiap berlatih.

Untuk menanamkan cinta negara dan bangsa Indonesia, kiasan dasar dilaksanakan melalui sandi, tepuk, lagu, warna, dan seterusnya. Ada lagu pramuka yang bertema cinta Indonesia. Ada tepuk bersimbol kebangsaan. Begitu pula yang lainnya.

Sebelum kemerdekaan, para pramuka (waktu itu disebut pandu) berani meneriakkan Merdeka. Menyanyikan Indonesia Raya di tengah kaum Belanda. Merah putih dikibarkan. Bahkan, para pramuka melaksanakan Sumpah Pemuda bersama kelompok pemuda lainnya.

Semestinya dan harus, saat ini para pramuka tetap berani dan bangga meneriakkan Indonesia Jaya Selamanya. Tetap bersemangat membangun negara dan bangsa Indonesia. Para pembina pramuka harus tetap bertrisatya dan berdasadarma dalam kondisi apapun terutama saat membina.

Pendidikan kepramukaan adalah pendidikan kebangsaan Indonesia. Karena pendidikan kebangsaan, para pembina merupakan pendidik bangsa. Hidup matinya untuk kejayaan bangsa Indonesia. Selamat Membina. #pusdiklatnas #kakyatno

Sumber:
Akun Fanspage fb Pusdiklatnas, di unggah pada 9 Mei 2018
Foto dari Akun Fanspage fb Pusdiklatnas, di unggah pada 9 Mei 2018

Thursday, May 24, 2018

10 Kebiasaan Buruk Pembina Pramuka yang Dapat Menghambat Kesuksesan

Saya sangat tertarik dengan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. melalui akun resmi Pusdiklatnas Gerakan Pramuka beberapa pekan lalu.

Beliau yang akrab di panggil Kak Yatno, adalah Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Nasional Gerakan Pramuka (KaPusdiklatnas) aktif saat ini. Banyak sekali pemikiran dan inovasi yang beliau ciptakan demi kemajuan Gerakan Pramuka di Indonesia, khususnya para pembina dan pelatih.

Tulisan yang diunggah di Fanspage Facebook pada 26 April 2018 tersebut banyak mengisnpirasi para pembina Pramuka di Indonesia, termasuk juga mengisnpirasi Admin Halo Pamuka untuk menulis kembali artikel beliau dengan bahasa kami sendiri.

Judul diatas memang tidak persis dengan yang ditulis kak Yatno, karena sudah Halo Pramuka rubah sesuai tema blog ini. Judul aslinya adalah "Sepuluh Kebiasaan Buruk Penghambat Kesuksesan".

Dan berikut ini tulisan asli dari beliau

10 Kebiasaan Buruk Penghambat Kesuksesan


1. Menunda
Menunda padahal waktu sudah ditentukan akan memberikan hasil buruk. Jangan biasakan menunda kalau acara sudah ditentukan. Kegagalan biasanya ditentukan oleh penundaan.

2. Ragu-Ragu
Ragu-ragu akan menjadi penghalang diri. Percaya diri akan hilang. Melihat sesuatu dari sisi negatif sehingga susah berada di sisi keberanian.

3. Malas
Malas itu lebih mengarah pada konsepsi diri yang terpengaruh untuk tidak melakukan apa-apa.

4. Sombong
Sombong itu penghalang silaturahim dan perusak berkelompok.

5. Tidak Percaya
Tidak percaya itu menutup diri dari potensi orang lain. Seolah-olah dirinya bisa semuanya.

6. Culas
Pramuka gagal menerapkan manajemen diri. Jangan sampai menyengsatakan orang lain

7. Boros
Boros itu menyakitkan masa depan. Biasanya orang boros bebas menghamburkan uang meskipun barang yg dibeli tiada hebat harganya.

8. Dendam
Jangan pernah dendam dengan siapapun. Orang sukses akan membuka diri agar orang lain bahagia.

9. Bodoh
Bodoh biasanya perusak sukses diri. Lakukan diri agar seterusnyanya disukai orang lain

10. Mengeluh
Mengeluh itu awal penjauhan tujuan yang diharapkan. Jangan sekali-sekali mengeluh sebelum tahu tujuannya.
#selamatmembina #kakyatno

Dan berikut ini buah dari hasil inspirasi di atas yang admin tulis menggunakan gaya bahasa kami sendiri, dan semoga dapat menginspirasi para Pembna Pramuka

10 Kebiasaan Buruk Pembina Pramuka yang Dapat Menghambat Suksesnya Kegiatan


1. Menunda
Progam kegiatan kepramukaan dibuat oleh Pembina Gudep setiap awal ajaran baru, dan disana sudah ditetapkan tanggal pelaksanaanya.

Banyak diantara para pembina yang menunda kegiatan yang mestinya dilaksanaan saat itu, dengan dengan berbagai macam alasan. dan pada akhirnya, tidak dapat terealisasi karena terbentur dengan program selanjutnya.

Coba laksanakan program tersebut sesuai dengan program kerja yang telah dibuat sebelumnya,

2. Ragu-Ragu

3. Malas

4. Sombong

5. Tidak Percaya

6. Culas

7. Boros

8. Dendam

9. Bodoh

10. Mengeluh

Dengan kita mengetahui apa saja yang menjadi penghalang bagi suksesnya program kegiatan yang kita lakukan, kita dapat menghindarinya supaya apa yang telah di rencanakan dapat berjalan dengan maksimal.

Disamping 10 hal diaatas, sebetulnya juga masih banyak hal lain yang dapat mengganggu terlaksananya kegiatan, kira kira apa saja kak?, silahkan komentar di abwah ya..

Terimakasih, semoga apa yang Halo Pramuka sajikan kali ini da[at bermanfaat bagi kakak semua, dan jika kakak suka dengan motivasi kak Yatno ini, silahkan share artikenya ya kak,, Salam Pramuka!